Tuesday, February 10, 2026

Yordan Batara-Goa Soroti, Isu Intoleransi Pada Kaum Penghayat

Yordan Batara-Goa Soroti, Isu Intoleransi Pada Kaum Penghayat

SURABAYA, Nawacita – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Yordan Batara-Goa, menyoroti diskriminasi yang terjadi terhadap kaum penghayat.

“Kaum penghayat masih masuk di dalam kementerian kebudayaan, padahal secara undang-undang, aliran kepercayaan setara dengan agama, namun justru hingga kini tidak masuk dalam kementerian agama,” ucap Yordan.

Hal tersebut disampaikan Yordan M Batara-Goa dalam kegiatan sosialisasi toleransi dan keberagaman bertemakan “Sosialisasi penguatan toleransi kehidupan bermasyarakat bagi kaum penghayat” yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Jumat (5/9/2025).

- Advertisement -

Baca Juga: DPC PDIP Surabaya Gelar Rapat Konsolidasi Jelang Konferda dan Konfercab

Kegiatan tersebut dihadiri 125 peserta yang berasal dari belasan organisasi penghayat.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan, sejak awal mula Pancasila telah menghormati adanya kesetaraan bagi seluruh pemeluk agama dan kepercayaan.

“Saling menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan, yang didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, diambil dari pidato hari lahir Pancasila pada 1 Juni,” ujarnya.

“Esa berarti satu, utama, tidak ada yang menandingi, mengakui semua agama dan kepercayaan. Sehingga bisa diterima oleh berbagai pihak,” imbuhnya.

Anggota Komisi A tersebut menyampaikan bahwa intoleransi dan diskriminasi masih menjadi polemik dalam membangun toleransi.

“Sebanyak 67,8 persen penduduk Indonesia tidak suka bertetangga dengan orang yang berbeda agama, ini hasil survey tahun 2012 tapi masih relevan hingga sekarang,” ungkapnya.

Yordan menjelaskan bahwa dunia pendidikan menjadi cara paling efektif dalam mensosialisasikan kesetaraan antara agama dan kepercayaan.

“Diskriminasi diakibatkan pendidikan kita yang tidak moderat, moderasi beragama dalam bentuk sosialisasi yang paling efektif ialah melalui pendidikan,” katanya.

Ia menekankan seluruh masyarakat, khususnya kepada kaum penghayat untuk terus berjuang dalam menjaga toleransi.

“Masalah diskriminasi bukan masalah agama apa, melainkan mayoritas kepada minoritas. Ayo berjuang bersama, dengan aktif di organisasi lintas agama dan iman. Forum seperti itu, para kaum penghayat harus ambil  bagian, sehingga isu tersebut (diskriminasi) juga menjadi permasalahan bagi semua pihak,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru