Dampak Kerusuhan Yang Libatkan Pelajar, Walikota Eri Perketat Jam Malam
SURABAYA, Nawacita – Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan akan kembali akan memperketat jam malam usai terjadinya kericuhan pada 29-30 September 2025 di beberapa titik di Kota Surabaya. Terlebih aksi tersebut diduga melibatkan para anak usia pelajar yang juga diketahui tertangkap aparat kepolisian.
“Kabarnya lebih dari 20, total 26 (pelajar yang ditangkap),” ucapnya.
Dikarenakan kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana akan memperketat jam malam. Namun perlu peran aktif orang tua untuk turut mengawasi anak agar tidak beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
“Jam malam tetap dijalankan. Tapi peran orang tua yang paling penting. Pemerintah tidak mungkin bisa mengawasi semua anak, orang tua harus turut menjaga,” kata Walikota Eri.
Baca Juga: Walikota Surabaya Yakini Aksi Unjuk Rasa di Kota Pahlawan Berjalan Damai
Walikota Eri berencana akan berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, utamanya terkait usia pelajar yang turut terlibat dan tertangkap saat kerusuhan terjadi.
“Nanti kita diskusikan dulu dengan pak Kapolres, laporannya belum lengkap,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perlu dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan Kampung Pancasila guna mencegah terjadinya lagi kejadian para pelajar yang terlibat dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh.
“Kita jalankan lagi ya, jam malam tetap seperti biasanya, karena itu tadi saya bilang kan, kita menjalankan Kampung Pancasila. Kalau dilakukan pemerintahnya saja enggak mungkin bisa,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

