Bandung, Nawacita.co – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, dr. Muhammad Luthfi menyoroti lemahnya pengawasan Puskesmas dan Posyandu di Desa Caniaga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi terkait kasus Raya, seorang balita berusia empat tahun yang meninggal akibat tubuhnya digerogoti oleh cacing.
Ia menduga bahwa ada unsur kelalaian dalam pendataan Puskesmas dan Posyandu terhadap Raya. Seharusnya kondisi kesehatan Raya sendiri bisa terdeteksi sejak dini dan diikutsertakan dalam program pemberian obat cacing. Sehingga penyakit yang diidapnya tidak menjadi parah hingga menyebabkan kematian.
“Nah ini kan ada program sebetulnya, ada program pemberian obat cacing ya. Nah ini kayaknya loss ini ya satu keluarga mungkin ya, satu keluarga yang tidak terdeteksi gitu ya, sebetulnya seperti itu sih,” kata Luthfi saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2025).
Ia menyebut bahwa di wilayah yang cenderung memiliki akses kesehatan yang sulit, perlu ada peran promotif dan preventif dalam pendataan yang dilakukan oleh tenaga medis.
“Sekarang memang pentingnya peran promotif, preventif ya dan pendataan yang dilakukan oleh tenaga medis ya istilahnya seperti itu,”jelas Luthfi.
Terlebih, kondisi orang tua Raya yang mengalami gangguan kejiwaan serta mengidap Tuberculosis atau TBC membuat pengawas terhadap pola hidup dan kesehatan Raya menjadi minim.
“Karena kan mungkin kedua orang tuanya ini ya apa ada, tidak bisa maksimal ya memantau anaknya ya. Biasanya kan pemantauan itu kan lewat keluarga ya, keluarga anaknya ya. Nah ini mungkin karena kedua orang tuanya ada kendala sehingga tidak sampai informasinya ya kepada petugas puskesmas,” tutur Luthfi.
Dengan adanya kasus ini, Luthfi juga mendorong agar penguatan Puskesmas serta optimalisasi pemberdayaan kader Posyandu di daerah tersebut bisa ditingkatkan.
“Nah memang ini juga perlu penguatan ya di puskesmas untuk memberdayakan posyandu-posyandu yang ada ya termasuk kader-kader posyandu yang ada di wilayahnya supaya kan kalau kader posyandu itu kan lebih mengenal ya masyarakat yang ada disekitarnya,” beber dia.
Luthfi berharap agar kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Khususnya bagi jajaran tenaga kesehatan yang berada di lingkup masyarakat secara langsung agar lebih memperketat pengawasan dan pemantauan kesehatan masyarakat.
“Pertama pengawasan dari petugas puskesmas itu penting ya terutama petugas yang ada di puskesmas mungkin nanti bekerja sama ya dengan kegiatan dengan petugas-petugas yang ada di desa ya. Karena ada bidan desa dan lain-lain, kemudian optimalkan penguatan posyandu ya sebagai program yang ada di puskesmas itu satu sisi,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mendorong agar masyarakat turut sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksakan kesehatan. Termasuk didalamnya perilaku gotong royong dan empati terhadap kondisi kesehatan orang terdekatnya seperti tetangga maupun saudara.
“Kemudian yang kedua juga kesadaran masyarakat ya untuk memeriksakan kesehatannya kemudian juga termasuk ini ya apa namanya kerjasama ya gotong royong ya bila di suatu daerah misalkan ada keluarga yang tidak terpantau gitu ya oleh petugas medis yaitu dilaporkan gitu ke petugas di puskesmas tersebut,” tandas Luthfi.
Reporter : Niko