PDIP Surabaya Tegaskan Komitmen Zero Stunting, Bagikan 308 Paket Makanan Bergizi Untuk Balita Stunting
SURABAYA, Nawacita – Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya laksanakan blusukan menyusuri perkampungan padat penduduk di kawasan Jl. Kapas Lor, Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, untuk memberikan paket bantuan makanan bergizi kepada anak yang terindikasi mengalami stunting.
Kegiatan blusukan ini merupakan wujud komitmen PDI Perjuangan Kota Surabaya turut mengentaskan stunting di Kota Pahlawan.
Plt Ketua DPC PDIP Surabaya Yordan M Bataragoa menyampaikan bahwa setiap anak yang lahir berhak tumbuh sehat jasmani maupun rohani. Sehingga masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk memastikan tidak ada lagi anak stunting di lingkungannya masing-masing.
“Kalau balita sudah stunting, ke depan akan sulit berkembang. Potensinya terhambat. Satu anak stunting pun sudah terlalu banyak,” ucapnya, Senin (18/08/2025).
DPC PDIP Surabaya berharap, lewat kolaborasi pemerintah kota dan partai politik, angka stunting di Surabaya dapat ditekan hingga benar-benar tuntas, sehingga tidak ada lagi anak yang kehilangan haknya untuk tumbuh sehat dan cerdas.
Sehingga PDIP Surabaya menempatkan perannya dalam mengawal kebijakan pemerintah kota, agar stunting dapat ditekan hingga 0 persen.
“Karena persoalan stunting menjadi atensi khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan ibu Megawati Sukarno Putri,” tegasnya.

“Program pemerintah harus dikawal oleh partai agar benar-benar mencapai tujuan. Apalagi kita ini partai pengusung Walikota dan wakil Walikota. Jadi harus memastikan penanganan stunting berjalan maksimal,” imbuhnya.
Sebagai wujud komitmen, DPC PDI Perjuangan menugaskan seluruh kader dari tingkat PAC hingga anak ranting untuk terlibat dalam pendataan, pemantauan, dan melaporkan perkembangan kondisi anak stunting di wilayah masing-masing.
Peran aktif seluruh struktur membuktikan keseriusan para kader banteng dalam mengentaskan stunting hingga ke akar.
Sementara itu Penanggung Jawab atau Person In Charge (PIC) Surabaya Menuju Zero Stunting DPC PDIP Surabaya Khusnul Khotimah menjelaskan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya angka stunting di Surabaya menunjukkan penurunan signifikan setiap tahunnya.
Pada 2021 tercatat 28,9 persen, kemudian turun menjadi 4,8 persen pada 2022, dan berlanjut menjadi hanya 1,5 persen pada 2023. Hingga tahun 2025 terpantau sebanyak 308 balita terindikasi stunting.
Khusnul menjelaskan, walau tren positif penurunan terjadi setiap tahunnya. Namun penanganan stunting harus tetap dilakukan secara serius, sebab ada kelahiran baru setiap tahunnya, sehingga pengawasan harus selalu dilakukan untuk mencegah adanya kelahiran baru yang mengalami gangguan tumbuh kembang.
“Kalau sekarang sudah nol pun, enam bulan lagi bisa muncul kasus baru. Karena ada anak lahir dengan kondisi bawaan tertentu. Jadi harus terus dipantau dan ditangani,” tutup Khusnul.
Reporter: Rovallgio

