EJAVEC Forum 2025 Dorong Kebijakan Ekonomi Jawa Timur Berbasis Riset Kuat
Surabaya, Nawacita – Kebijakan yang tepat membutuhkan fondasi riset yang kuat. Prinsip inilah yang menjadi roh dari gelaran The 12th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surabaya.
Mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas, Inovasi, dan Kapasitas Ekonomi Jawa Timur di Tengah Berbagai Tantangan Global”, ajang tahunan ini menghadirkan dua agenda utama, yakni Call for Papers untuk kategori umum dan mahasiswa, serta Conference yang mempertemukan para ekonom, akademisi, dan pemerintah daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, menegaskan bahwa EJAVEC yang memasuki tahun ke-12 ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara Bank Indonesia, perguruan tinggi, dan ISEI dalam mendorong kebijakan daerah berbasis kajian ilmiah.
Baca Juga : Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja 2025, Berikut Syarat serta Cara Mendaftar
“Kolaborasi ini memastikan setiap kebijakan memiliki pijakan akademis yang solid,” ujarnya.
Senada, Dekan FEB Unair, Prof. Dian Agustia, menyampaikan bahwa EJAVEC Forum adalah wujud nyata dukungan akademisi dan praktisi kepada regulator di Jawa Timur.
“Melalui karya ilmiah, kami ingin memberikan kontribusi konkret bagi arah kebijakan ekonomi daerah,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya memperkuat peran strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” dalam perekonomian nasional.
Baca Juga : Melaui forum EJAVEC, BI Komitmen Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi di Jatim
“Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan riset yang komprehensif, agar Jawa Timur tetap menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Sesi diskusi menghadirkan tiga narasumber ternama: Yose Rizal Damuri (CSIS), Prof. Ari Kuncoro (Universitas Indonesia), dan Prof. Rudi Purwono (Universitas Airlangga). Mereka membedah strategi memperkuat ketahanan ekonomi Jawa Timur melalui peningkatan produktivitas, inovasi, inklusivitas, keberlanjutan, dan resiliensi.
Acara ini juga menjadi panggung bagi para peneliti untuk menampilkan hasil riset terbaik. Dari 376 karya tulis yang masuk, terpilih para pemenang Call for Papers sebagai berikut:
Kategori Mahasiswa
Juara I – Membentang Jalan, Menopang Harapan: Analisis Dampak Jalan Tol Trans Jawa dalam Meningkatkan Perekonomian Jawa Timur (Universitas Indonesia)
Juara II – Menjahit Konektivitas Sektoral untuk Pariwisata Jawa Timur: Simulasi Dampak Ekonomi Transportasi, Akmamin, dan Perdagangan melalui Model Ras Input-Output 2024 (Universitas Indonesia)
Juara III – Efektivitas Kebijakan Local Currency Transaction (LCT) dalam Meningkatkan Kinerja Ekspor Perhiasan Jawa Timur: Difference-In-Differences dan Analisis Tematik (PKN STAN)
Kategori Umum
Juara I – Penguatan Hilirisasi Agro Jawa Timur: Integrasi Pertanian dan Industri Agro dalam Rantai Nilai Lokal melalui Pendekatan Spasial dan Identifikasi Wilayah Potensial (Badan Pusat Statistik)
Juara II – Analisis Indeks Kualitas Pekerja Pra Lansia dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Jawa Timur (Pendekatan Nighttime Light): Refleksi Potensi Silver Economy (Badan Pusat Statistik)
Juara III – Digital Darwinism in The Tourism World: Who Adapts, Who Falls Behind? A Case Study of East Java Province (PT Sagamartha Ultima)
Seluruh karya terbaik tersebut akan direkomendasikan untuk diterbitkan dalam EJAVEC Journal yang telah terakreditasi SINTA 3 dan memiliki ISSN.
Melalui forum ini, Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk melangkah maju dengan kebijakan berbasis bukti, menjadikan riset sebagai kompas dalam menjawab tantangan global

