Surabaya, Nawacita.co – Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya resmi menutup rangkaian program kolaborasi internasional, Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA), Selasa (12/8/2025).
Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak 6 Agustus 2025 di Gili Iyang, Sumenep, Madura.
Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Bidang Research, Innovation, Community Services Development, dan Partnership, Retna Apsari mengatakan bahwa acara ini diikuti 62 mahasiswa asing dari 9 negara, serta 31 staf internasional, didukung 105 panitia lokal dan 40 mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).
“Program yang sudah rutin berjalan sejak 2022 ini mengusung enam klaster inovasi, mulai dari pertanian berbasis energi surya hingga pemanfaatan drone untuk pariwisata,” katanya.
Ratna menjelaskan kegiatan lapangan dilakukan di Pulau Giliang dan Kaliangat, dua wilayah dengan potensi alam luar biasa.
Giliang yang dikenal memiliki kadar oksigen tertinggi kedua di dunia, menjadi lokasi pengembangan teknologi pertanian dan konservasi lingkungan.
Sementara itu, Bromo menjadi destinasi terakhir peserta untuk mempelajari konsep wellness tourism berbasis teknologi.
“Bromo itu magnet. Kita ingin menunjukkan bagaimana teknologi bisa mendukung pariwisata berkelanjutan,” jelasnya.
Meski kegiatan lapangan telah usai, proses akademik masih berlanjut.
Mahasiswa peserta akan mengikuti pembelajaran hibrida hingga akhir Desember dan mendapatkan dua sertifikat: sertifikat partisipasi dan sertifikat dengan 2 SKS kredit bagi yang menyelesaikan modul pembelajaran.
“Program ini tidak berhenti di sini. Sejak 2022 kami terus membangun jejaring dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Ratna.
Dengan menggabungkan teknologi, riset, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat, UNAIR menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan perubahan positif, tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga untuk lingkungan dan warga lokal.
Reporter : Alus Tri

