Tanam Bibit Kelapa dan Pasang Alat Pemantau Kualitas Udara, Aksi Ini Perkuat Komitmen Unair untuk SDGs
SURABAYA, Nawacita – Tanam Bibit Kelapa, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga kembali menggelar ajang internasional Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2025 sebagai wujud nyata dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Ketua Koordinasi Tim SERTA, Agus Mukhlisin, mengatakan Tahun ini, kegiatan pengabdian masyarakat menyasar Kalianget dan Gili Iyang, Sumenep, Madura pada (10/8/2025), melibatkan 91 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan staf asing.
“Di Kalianget, program Solar-Powered Hydroponics dipusatkan di Green House Buah Melon milik BUMDes Setia Makmur, Desa Kalianget Barat,” jelas Agus.
Sementara di Gili Iyang memimpin penanaman 20 bibit kelapa di lahan wisata hijau Green Island Gili Iyang. Selain menjadi penahan angin dan abrasi, pohon kelapa memberikan manfaat ekonomi melalui berbagai produk turunannya.
“Penanaman ini juga menjadi simbol kolaborasi internasional karena melibatkan mahasiswa asing.” ucap Agus.
Ia juga mengungkap, SEGTA 2025 turut memperkenalkan biofertilizer, pupuk hayati berbasis mikroorganisme hasil fermentasi limbah organik. Pupuk ini membantu menyuburkan tanah tanpa bahan kimia berbahaya. Masyarakat setempat mendapat pelatihan membuat biofertilizer secara mandiri sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan.

Selain itu, tim SEGTA memasang alat pemantau kualitas udara di Puskesmas Pembantu Bancamara, Gili Iyang. Teknologi ini menampilkan data kadar oksigen (%vol) dan karbon dioksida (ppm) secara langsung.
“Hasil pemantauan pada Minggu (10/08) menunjukkan kadar oksigen mencapai 20,89% vol, memperkuat reputasi Gili Iyang sebagai pulau dengan udara berkualitas tinggi.” papar Agus.
Ketua Koordinator tersebut berharap melalui program ini, FTMM UNAIR tidak hanya membawa inovasi teknologi hijau, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan masa depan. (Al)

