Program CKG Gratis, Menkes: Laporkan Jika Ada Pungli!
Bandung, Nawacita – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi berharap agar tidak ada praktik pungutan liar dalam proses pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis di setiap Puskesmas yang diikuti oleh masyarakat.
Hal itu diungkapkan Budi kepada awak media usai meninjau langsung Cek Kesehatan Gratis khusus siswa sekolah di SMPN 5 Kota Bandung yang dilaksanakan perdana pada Senin, 4 Agustus 2025. Budi meminta agar semua pihak termasuk media atau wartawan agar bisa ikut mengawasi proses pelaksanaan program CKG di setiap wilayah masing-masing.
“Nanti saya satu lagi yang penting, jangan lupa ya teman-teman. Ini tolong bantu dikawal sama media. Ini kan cek kesehatan gratis. Di Indonesia kan kadang-kadang gratis nanti diminta uang ini, uang itu,” kata Budi.

Hal itu ditekankan Budi mengingat tingkat partisipasi masyarakat secara nasional dalam mengikuti CKG sudah mencapai 16 juta masyarakat secara keseluruhan dan 5,5 juta masyarakat setiap bulannya.
“Sekarang per kemarin sudah 16 juta. Jadi mulainya kan 10 Februari jadi per kemarin sudah 16 juta dan per harinya saya sudah lihat 250-280 ribu perhari. Jadi kalau sehari sebulan 25 x 250 ribu ya 5 jutaan sebulan 5,5 juta sebulan,” terang dia.
Ia meminta, agar semua pihak termasuk masyarakat bisa melapor kepada pihak terkait atau kepala daerah masing-masing jika sampai terjadi pungli dalam proses pelaksanaan CKG. Ia juga menegaskan bahwa program CKG sepenuhnya gratis bagi masyarakat sebagai program pelayanan kesehatan prioritas dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Menkes Tinjau Program CKG di Bandung, Temukan Banyak Siswa Alami Gangguan Kesehatan Mata dan Gigi
“Jadi kalau ada yang minta duit, laporin ke Pak Wali atau Pak Wakil Gubernur karena ini gratis ini hadiah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk 280 juta rakyat beliau gitu ya. Setiap tahun dikasih cek kesehatan gratis jadi teman-teman media bantu kalau misalnya ada ‘wah Pak kalau saya cek darahnya mesti bayar oh saya ini mesti bayar’ nah itu tolong disampaikan buat kita bisa menilai,” tegas dia.
Selain itu, ia juga mengungkap bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti program CKG di Jawa Barat sudah mulai meningkat. Saat ini, angka partisipasi masyarakat terhadap CKG di Jawa Barat sendiri sudah mencapai 2,4 juta masyarakat. Angka tersebut dinilai lebih baik daripada saat awal program ini dilaksanakan pada bulan Februari lalu.
“Jawa Barat sudah 2,4 juta. Jawa Barat dulu di bawah. Makanya aku datang ke Jawa Barat. Kenapa? Jawa Barat dulu paling banyak (yang tidak mau mengikuti CKG). Jawa Tengah nomor 1, Jawa Timur, Jawa Barat nomor 6. Sekarang naik. Habis saya datang Jawa Barat naik,” ungkap Budi.
Reporter: Niko

