Bandung, Nawacita.co – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Barat, dr Raden Vini Adiana Dewi meminta agar para tenaga kesehatan (Nakes) dan puskesmas agar jemput bola kepada masyarakat untuk melakukan cek kesehatan gratis (CGK).
Vini menyebut bahwa angka partisipasi CKG di Jabar naik, namun masih banyak masyarakat yang enggan melakukan CKG. Itu karena masyarakat masih takut jika penyakitnya terdeteksi atau diketahui.
“Nah, sekarang kalau nanyanya CKG umum. CKG sekarang itu saya lebih mengingatkan kepada masyarakat, kepada teman-teman puskesmas daripada nungguin masyarakat, sudah kita datang ke komunitasnya,” ungkapnya saat ditemui di SMPN 5 Bandung, Senin (4/8/2025).
Dalam proses jemput bola ini, Vini mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai komunitas masyarakat khususnya ibu-ibu seperti Muhammadiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiah dan Salimah di tingkat Jawa Barat.
“Makanya kemarin kita udah PKS sama Muhammadiyah, melalui Muslimat NU, Fatayat NU, terus Aisyiyah, terus Salimah. Jadi pengajian-pengajian itu kita jemput bola,” jelasnya.
Namun, Vini mengakui bahwa CKG dengan jemput bola ini memiliki beberapa kekurangan dari segi jenis pengecekan kesehatan serta fasilitas yang digunakan.
Baca Juga: Dinkes Jabar Punya Program Cek Kesehatan Gratis buat Siswa, Target Kelar Oktober 2025
“Tapi jeleknya kalau CKG komunitas tidak sekumplit kalau di puskesmas. Kalau di puskesmas sampai ada pemerintahan IFA. IFA itu untuk anti-kanker cervix, diperiksa,” paparnya.
Vini menyatakan pihaknya juga bakal melakukan jemput bola CKG kepada para pekerja pabrik. Namun hal itu akan dilakukan setelah proses CGK khusus untuk masyarakat selesai dilakukan. Mengingat, jumlah masyarakat yang belum melakukan CKG masih banyak.
“Ya, rencana nanti mau ke pabrik. Karena tadi kan pabrik itu ada ribuan ya. Nah, untuk sementara ini kita ke komunitas dulu. Nanti kalau sudah mulai lenggang yang di masyarakat,” katanya.
Ia juga berencana melibatkan berbagai lembaga pendidikan kesehatan, organisasi profesi kesehatan hingga fasilitas layanan kesehatan swasta untuk menambah jumlah tenaga kesehatan dalam proses CKG di Jawa Barat.
“Nah, jadi kami itu minta bantuan ke organisasi profesi, ke poltekkes, lalu juga ke fasilitas kesehatan swasta untuk ikut CKG di sini. Salah satunya netra kan untuk membantu dalam hal melihat pemeriksaan mata,” tandas Vini.
Reporter : Niko

