Komisi D DPRD Surabaya Dorong Kebijakan Ramah Ibu Menyusui
Surabaya, Nawacita — Dalam rangka memperingati Hari ASI Sedunia yang jatuh setiap 1 Agustus, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menegaskan pentingnya dukungan menyeluruh terhadap ibu menyusui, termasuk dari pihak yang kerap terabaikan: para ayah.
“ASI bukan hanya sumber nutrisi terbaik, tapi juga fondasi kesehatan jangka panjang. Dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus hadir secara nyata,” ujarnya kepada lensaparlemen.id, Jumat (1/8).
Politisi PAN yang juga seorang dokter umum ini menekankan bahwa peran ayah sangat vital dalam keberhasilan menyusui. Dukungan emosional dan keterlibatan langsung dalam merawat bayi serta membantu ibu dapat menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif.
Baca Juga : Komisi D DPRD Surabaya Soroti Krisis Guru SD, Desak Pemkot Ambil Langkah Nyata
“Ayah yang peduli akan sangat membantu proses menyusui, baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar edukasi mengenai ASI tidak hanya ditujukan kepada para ibu, tetapi juga para ayah dan calon ayah.
Meski sejumlah instansi di Surabaya telah menyediakan ruang laktasi, dr. Zuhrotul menilai ketersediaannya masih terbatas. Ia mendorong semua kantor pemerintah dan swasta untuk menyediakan ruang laktasi yang layak sebagai bentuk perlindungan terhadap hak ibu dan anak.
Komisi D DPRD Surabaya, lanjutnya, juga meminta Dinas Kesehatan memperkuat edukasi ASI dan pendampingan laktasi, khususnya bagi ibu muda dan keluarga dari berbagai latar sosial. Selain itu, ia mendorong kebijakan cuti melahirkan selama enam bulan bagi pegawai atau karyawan yang menyusui, sejalan dengan anjuran pemberian ASI eksklusif.
Baca Juga : Komisi D Soroti Kekurangan SDM di Puskesmas Surabaya
Peringatan Hari ASI Sedunia tahun ini mengangkat tema “Let’s Make Breastfeeding and Work, Work!”, yang menyoroti pentingnya dukungan kebijakan ramah keluarga di lingkungan kerja.
“Kampanye ASI tidak bisa hanya dibebankan pada ibu. Peran ayah, keluarga besar, hingga tempat kerja harus terlibat aktif. Ini adalah kerja kolektif untuk masa depan generasi kita,” pungkas dr. Zuhrotul.

