Wednesday, February 11, 2026
Home ADVETORIAL Kabag Kesra Jember Siapkan Pencairan Honor Guru Ngaji dan Gelaran MTQ ke-31

Kabag Kesra Jember Siapkan Pencairan Honor Guru Ngaji dan Gelaran MTQ ke-31

0
471
Kabag Kesra Jember
Plt Kabag Kesra kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin (Foto: Muji Jember)

Kabag Kesra Jember Siapkan Pencairan Honor Guru Ngaji dan Gelaran MTQ ke-31

Jember, Nawacita.co – Plt Kepala Bagian (Kaba) Kesra kabupaten Jember saat di temui ruang kerjanya mengatakan pendataan guru ngaji hingga proses pencairan honor mereka, serta persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-31 Tahun 2025 di Kabupaten Jember, menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Jember. 30/07/2025.

Nurul Hafid Y, yang juga menjabat sebagai Camat Mayang, menjelaskan, tahapan pengusulan guru ngaji dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes). “Musyawarah desa ini merupakan forum tertinggi di desa, di mana Kepala Desa bersama BPD dan masyarakat bermusyawarah untuk mengusulkan daftar nama guru ngaji di desa tersebut sesuai kriteria yang sudah kita berikan,” terang Hafid.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat menyebut kriteria ketat untuk calon penerima
honor guru ngaji, di antaranya:

  • Minimal memiliki 10 santri.
  • Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pensiunan ASN, TNI, atau Polri.
  • Bukan masyarakat yang pernah atau sedang menerima gaji atau tunjangan dari APBD maupun APBN, seperti perangkat desa atau BPD.

“Jadi murni belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

Hafid memaparkan ,data usulan kemudian akan diverifikasi secara ketat.

Baca Juga: Sederet Komitmen Dinkes dan Pukesmas di Jember dalam Menekan Stunting

“Saat ia mulai menjabat, baru 60% dari total 248 desa/kelurahan yang datanya masuk, sehingga pada tanggal 22 Juli, kami berkirim surat kepada seluruh camat untuk segera mengirimkan data hasil musdes di masing-masing desanya,” pintanya.

Kemudian. lanjut Hafid nama sapaan, kemarin, tanggal 29 Juli, hanya tinggal 2 desa yang belum masuk, dan Insya Allah hari ini saya dapat informasi sudah masuk semua,” ujarnya.

“Kuota 22 Ribu Penerima, Anggaran Rp33 Miliar,”Paparnya.

Dia menyebut, dari seluruh data yang terkumpul, akan ditetapkan kuota untuk guru ngaji muslim, non-muslim, dan modin sebanyak 22.000 penerima, dengan total anggaran mencapai Rp33 miliar.

“Berarti setiap penerima akan mendapatkan honor sekitar Rp1,5 juta, tapi data yang masuk kemarin, masih belum lengkap (kurang 3 desa), sudah sekitar 23.700 orang. Ini harus kami verifikasi. Sekilas laporan yang kami terima, 500 orang di antaranya sudah terdeteksi meninggal atau pindah. Sisanya akan kami padukan lagi dengan Dispendukcapil untuk keabsahan NIK maupun status, apakah pensiunan, ASN, dan lain-lain. Jadi, target kami adalah 22.000 kuota,” jelas Hafid.

Selain honor Rp1,5 juta, para guru ngaji yang di-SK-kan sebagai penerima honor juga akan mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan kematian dan kecelakaan kerja.

Uji Publik dan Pencairan Target Akhir Agustus

“Insya Allah, target kami setelah verifikasi Dispendukcapil, data akan kami uji publik lagi ke desa selama 3 hari. Masyarakat bisa mengontrol dan mengecek kelayakan data yang sudah kami verifikasi. Baru setelah itu kami SK-kan,” imbuh Hafid.

Baca Juga: Aksi Sosial RSD Balung-BKPSDM Jember Pada Pengantri BBM: Bagikan Roti, Air hingga Cek Kesehatan Gratis

Setelah SK terbit dan kuota terpenuhi, serta dokumen administrasi, Adminduk, dan buku rekening lengkap, proses verifikasi lanjutan akan dilakukan. “Ini kami juga lakukan verifikasi saat pengumpulan administrasi, ada foto tampak depan saat mengajar dan ada musholanya. Jadi harus semuanya itu terlengkapi baru bisa kita cek. Mereka upload link yang kita akan berikan, baru kita akan mulai pencairan honor guru ngaji,” paparnya.

Hafid menargetkan pencairan honor guru ngaji bisa dimulai pada akhir bulan Agustus atau awal September. Sesuai arahan Bupati, para guru ngaji akan ditempatkan pada posisi terhormat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak bank yang ditunjuk untuk melayani guru ngaji sampai di tingkat desa, kalaupun itu kesulitan karena desanya jauh, minimal di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Hal ini bertujuan agar guru ngaji tidak perlu antre panjang. Selain itu, Hafid juga menekankan bahwa rekening guru ngaji yang ditunjuk pemerintah Kabupaten Jember dan pihak bank tidak akan dikenakan potongan administrasi sepeser pun.

“Jadi walaupun tidak diambil, uangnya utuh dan sewaktu mau diambil akan utuh, tidak akan berkurang sedikitpun,” pungkas Hafid,”tandasnya.

Penulis : Mujianto

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here