Saturday, February 14, 2026

Gempa Dahsyat M 7,3 Guncang Alaska AS, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Dahsyat M 7,3 Guncang Alaska AS, Picu Peringatan Tsunami

Anchorage, Nawacita | Gempa bumi bermagnitudo 7,3 mengguncang Semenanjung Alaska, Amerika Serikat (AS) pada sore hari tanggal 16 Juli, yang sempat memicu peringatan tsunami untuk wilayah pesisir selatan negara bagian tersebut dan masyarakat diperintahkan untuk pindah ke dataran tinggi.

Gempa bumi Alaska tersebut terekam pada pukul 12.37 siang waktu setempat, di tenggara Sand Point, sebuah komunitas yang terletak di Pulau Popof di Gugusan Kepulauan Aleut, menurut U.S. Geological Survey (USGS) atau Survei Geologi AS seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/7/2025).

“Alaska Earthquake Center (Pusat Gempa Alaska) menyatakan gempa tersebut terasa di seluruh Semenanjung Alaska dan Alaska selatan.”

- Advertisement -

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) atau Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional awalnya mengeluarkan peringatan tsunami untuk sebagian besar wilayah Semenanjung Alaska, yang membentang hingga ke bagian paling selatan daratan Alaska menuju Anchorage.

Peringatan level alert tsunami tersebut kemudian diturunkan menjadi tsunami advisory pada pukul 13.50 waktu setempat. Adapun peringatan tsunami berlaku untuk wilayah pesisir dari Kennedy Entrance, sekitar 64 kilometer barat daya Homer, hingga Unimak Pass — jaraknya sekitar 1.125 kilometer, menurut Pusat Gempa Alaska.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Filipina Selatan

Kota-kota yang terdampak antara lain Cold Bay, Sand Point, dan Kodiak, demikian yang dibagikan oleh Anchorage National Weather Service (Layanan Cuaca Nasional Anchorage) di media sosial pada 16 Juli. Pihak berwenang memperingatkan potensi banjir pesisir yang berbahaya, dan penduduk diimbau untuk pindah ke daerah pedalaman dan ke tempat yang lebih tinggi.

Sekitar pukul 14.43 waktu setempat, National Tsunami Warning Center (Pusat Peringatan Tsunami Nasional) menyatakan bahwa tsunami advisory akibat gempa Alaska tersebut dibatalkan untuk wilayah pesisir Alaska.

“Pembatalan tsunami menandakan berakhirnya ancaman tsunami yang merusak,” demikian pernyataan Pusat Peringatan Tsunami Nasional dalam sebuah pembaruan.

“Pembatalan dikeluarkan setelah evaluasi data permukaan laut memastikan bahwa tsunami yang merusak tidak akan berdampak pada wilayah yang diperingatkan, atau setelah permukaan tsunami mereda ke tingkat yang tidak merusak.”

Baca Juga: Peduli Myanmar, Jepang Siapkan Bantuan Rp100 Miliar bagi Korban Gempa

Beberapa gempa susulan terekam di dekat Sand Point. Gempa besar, yang dapat menyebabkan “kerusakan serius”, diperkirakan berkekuatan antara 7,0 dan 7,9, menurut Universitas Teknologi Michigan. Hanya sekitar 10 hingga 15 gempa susulan dengan kaliber ini yang dilaporkan setiap tahun.

Alaska Earthquake Center (Pusat Gempa Alaska) menyatakan bahwa gempa berkekuatan 7,3 terekam sekitar 80 kilometer di selatan Sand Point dan berada pada kedalaman sekitar 15 kilometer. Pusat tersebut mencatat bahwa magnitudo dan lokasi “mungkin sedikit berubah” seiring dengan penerimaan dan pemrosesan data tambahan.

Setelah gempa besar tersebut, USGS mencatat beberapa gempa susulan di dekat Sand Point, termasuk gempa berkekuatan 5,2 SR sekitar 100 kilometer di tenggara komunitas tersebut.

“Sejauh ini, telah terjadi setidaknya 20 gempa susulan untuk gempa berkekuatan 7,3 di selatan Sand Point,” menurut Pusat Gempa Alaska. “Lima di antaranya berkekuatan di atas magnitudo 4.” lptn6

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru