Saturday, February 14, 2026

Pemkot Kediri dan BULOG Sidak Pasar, Pastikan Beras SPHP Tak Salah Sasaran

 

Pemkot Kediri dan BULOG Sidak Pasar, Pastikan Beras SPHP Tak Salah Sasaran

Kediri, Nawacita  – Untuk memastikan distribusi beras terjangkau berjalan sesuai ketentuan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Setono Betek, Selasa (15/7).

Sidak ini menjadi bagian dari penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait harga beras yang fluktuatif. Rizal menegaskan bahwa pengawasan langsung sangat penting agar bantuan pangan tepat sasaran.

- Advertisement -

“Distribusi beras SPHP harus sesuai dengan arahan Bapanas dan ketentuan resmi. Kami tidak ingin ada penyalahgunaan. Hanya badan usaha terverifikasi yang boleh mendistribusikan,” tegas Rizal.

Baca Juga : Panggil Menteri BUMN, Presiden Prabowo Bahas Kesiapan Diskon Transportasi Nasional

Melalui sistem digital Klik SPHP, BULOG memastikan hanya distributor bersertifikat yang dapat memesan beras. Setiap pembelian dibatasi dua kemasan (total 10 kg) dan dilarang dijual kembali atau dipasarkan di toko modern. Harganya pun telah ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa.

Lebih lanjut, Rizal mengingatkan bahwa pelanggaran atas distribusi SPHP bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi bisa berujung pidana.

“Sanksinya berat. Bahkan bisa kena pidana hingga lima tahun. Ini bukan main-main,” katanya.

Baca Juga : Presiden Prabowo Panggil Menteri Rosan, Bahas Evaluasi dan Asesmen BUMN

Sementara itu, Wali Kota Vinanda menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk mencegah kebocoran distribusi. Ia juga menilai edukasi bagi para pedagang menjadi hal krusial agar mereka memahami aturan dan tidak melanggar.

“Kami tidak hanya mengawasi, tapi juga mengedukasi. Ini demi kebaikan bersama agar masyarakat benar-benar terbantu,” ujar Vinanda.

Program SPHP dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2025 sebagai bagian dari strategi nasional untuk menahan laju inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru