Saturday, February 14, 2026

Krisis Judi Online Ancam Anak-anak, Psikiater RS Menur Ungkap Pecandu Termuda Usia 14 Tahun

Krisis Judi Online Ancam Anak-anak, Psikiater RS Menur Ungkap Pecandu Termuda Usia 14 Tahun

Surabaya, Nawacita.co – Judi online bukan lagi sekadar permainan keberuntungan. Di balik layar ponsel yang menyala sepanjang malam, tersimpan potret muram pecandu yang perlahan kehilangan kendali atas hidupnya.

Selain itu, salah satu tren yang mencemaskan adalah penurunan usia pecandu. Kini, kasus termuda datang dari anak usia 14 tahun, data dari Rumah Sakit Menur Surabaya.

Dokter Psikiater Jiwa, Lila Nurhayati memaparkan generasi ini adalah digital native, yang sejak lahir sudah akrab dengan gadget dan internet.

- Advertisement -

“Mereka terpapar sejak dalam kandungan. Suara notifikasi, musik game, bahkan stimulus visual, itu semua sudah mereka kenali sejak janin. Jadi keterikatan mereka terhadap dunia digital itu sangat dalam,” jelasnya.

Baca Juga: Dindik Jatim Perang Lawan Judi Online dan Pinjol di Sekolah

Karena terungkap bagaimana kecanduan judi online menyentuh sisi psikologis, biologis, hingga sosial seseorang secara utuh dan menghancurkan semuanya jika tak segera ditangani.

Lila menjelaskan ciri utama kecanduan adalah ketidakmampuan seseorang mengontrol perilakunya. “Meski tahu dampaknya buruk, dia tetap ingin bermain. Bahkan setelah sempat berhenti, tetap kembali lagi,” jelas sang dokter.

Ia melanjutkan, kecanduan judi online mempengaruhi sirkuit otak yang sama seperti pada pengguna narkoba. Sistem yang disebut reward pathway menghasilkan hormon dopamin saat seseorang merasa senang atau menang—misalnya saat “gacor” dalam taruhan.

Baca Juga: Unesa Resmikan Sekolah Rakyat SMA XXI, Rektor Nurhasan Siapkan Beasiswa dan Pemetaan Bakat Holistik

“Lama-lama jumlah taruhan makin besar, makin sering, dan makin sulit berhenti. Ini bukan soal moral, tapi sistem otaknya sudah terganggu,” jelasnya.

Selain itu, Lila menambahkan Efek fisik dari kecanduan ini juga tidak bisa dianggap enteng. Banyak pasien mengalami mata kabur, kering, bahkan ablasio retina yakni kondisi serius di mana retina lepas dari jaringan penopangnya, yang bisa berujung pada kebutaan.

Dokter menegaskan bahwa edukasi harus segera dilakukan terutama untuk orang tua. Deteksi dini bisa menyelamatkan, karena judi online bukan sekadar masalah pribadi.

“Ia adalah krisis sosial yang bisa merobohkan fondasi keluarga. Maka sebelum semuanya terlambat, mari kenali gejalanya, cegah sejak dini, dan hadirkan pelukan keluarga sebagai benteng pertahanan pertama,” tutup Lila.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru