Dindik Jatim Perang Lawan Judi Online dan Pinjol di Sekolah
Surabaya, Nawacita.co – Dalam momentum awal tahun ajaran baru, perhatian pemerintah terhadap keamanan digital peserta didik semakin kuat terutama maraknya imbas Judi Online yang menjerat anak diusia masih sekolah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Hang Tuah 1 adalah kampanye anti-judi online dan anti-pinjaman online ilegal (pinjol) di lingkungan sekolah.
Ia menyadari pada era digital, anak-anak sangat dekat dengan gadget dan akses internet. Sayangnya, kedekatan itu tak selalu berbanding lurus dengan literasi digital.
Baca Juga: 5 Hari MPLS Jatim 2025: Penguatan Karakter, Adaptasi Cepat dan Anti-Perpeloncoan
Aries mendapati banyak anak usia sekolah yang terpapar informasi keliru, bahkan rawan terjerat aplikasi pinjol ilegal dan praktik judi online yang marak di media sosial dan platform digital.
“Anak-anak kita sangat dekat dengan gadget. Itu artinya mereka juga dekat dengan berbagai informasi yang tidak semuanya positif. Jika tidak dibekali literasi digital yang cukup, bisa saja mereka terjerat pinjaman online atau bahkan judi online,” tegas Aries (14/7/2025).
Untuk itu, Aries menegaskan seluruh sekolah diimbau aktif mensosialisasikan bahaya pinjol dan judi online selama MPLS dan kegiatan sekolah lainnya. Tidak hanya sebagai bagian dari edukasi kewaspadaan, tetapi juga sebagai upaya proteksi dini terhadap ancaman digital yang kini menyasar anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Puisi “Simbol Keberanian” Sugita di Sekolah Rakyat Probolinggo, Persembahan Haru untuk Khofifah
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Sekolah Ramah Anak dan Ramah Digital, di mana sekolah tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga menjadi benteng moral dan keamanan digital bagi generasi muda.
“Kita harapkan program ini bisa disosialisasikan secara masif dan konsisten. Kita ingin anak-anak melek digital, bukan justru terjerat oleh dunia digital,” tandasnya.
Aries menutup, dengan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemangku kebijakan, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang yang aman secara fisik, mental, dan digital bagi seluruh siswanya.
Reporter: Alus

