Siswa SMP di Kota Bandung Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Farhan: Kita Libatkan Kepolisian
Bandung, Nawacita – Pemerintah Kota Bandung resmi melarang siswa SMP untuk membawa motor ke sekolah pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Sebelumnya aturan tersebut juga sudah dikeluarkan oleh Pemkot Bandung melalui Instruksi Walikota (Inwal).
Namun pada tahun ajaran baru ini, Pemkot Bandung bakal melakukan penegakan terhadap aturan tersebut dengan melibatkan pihak kepolisian.
“Oh murid bawa kendaraan, anak SMP mana boleh bawa kendaraan ke sekolah, Itu sebabnya kami menghadirkan juga polisi ya, bahwa kalau sampai ada anak SMP punya SIM pasti nembak. Jangan macam-macam. Saya urusan seperti ini galak, Makanya kami melibatkan kepolisian,” ungkap Farhan saat dikonfirmasi di Bandung, Senin (14/7/2025).
Baca Juga: Farhan: Sekolah Swasta Kekurangan Siswa, Sulit Jalankan Putusan MK soal Sekolah Gratis
Selain itu, penerapan aturan tersebut juga sesuai dengan instruksi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait kerangka pendidikan karakter yang dibungkus dalam 7 Kebiasaan Anak Hebat.
“Karena nanti kami kan sudah mendapatkan arahan dari Kemendikdasmen agar menerapkan sebuah kerangka pendidikan karakter yang bernama 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” kata dia.
Dalam penerapan karakter tersebut, pihaknya juga bakal menggandeng TNI Polri. Terlebih, masa pertumbuhan remaja sendiri dinilai cukup rawan khususnya dalam hal psikologis.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Pemkot Bandung Terapkan Aturan Penggunaan HP di Sekolah
“Karena kita harus memperhatikan masa pertumbuhan remaja, terutama anak kelas 3 SMP ini, itu ada kerawanan lah. Kerawanan psikologis, kerawanan kondisi kota, kota yang semakin terbuka, dan lain-lain,” beber Farhan.
Disinggung terkait teknis penerapan 7 Kebiasaan Anak Hebat sesuai aturan Kemendikdasmen, pihaknya menegaskan bakal segera berkoordinasi dan berdiskusi dengan TNI Polri.
“Nah bentuk perlibatannya seperti apa itu yang sedang kita diskusikan. Pihak kepolisian juga menjadi bagian dari mitra kita yang sangat dekat. Demikian juga dengan TNI. Nanti kita akan melihat kemungkinan khususnya dalam pengawasan perkembangan anak-anak kelas 3 SMP secara spesifik,” tegas dia.
Reporter: Niko

