Farhan: Sekolah Swasta Kekurangan Siswa, Sulit Jalankan Putusan MK soal Sekolah Gratis
Bandung, Nawacita – Walikota Bandung, Muhammad Farhan menyoroti ihwal sekolah swasta yang kekurangan siswa akibat daya tampung sekolah negeri yang ditambah serta atensi masyarakat yang masih tinggi terhadap sekolah negeri.
Sorotan tersebut diberikan khususnya kepada sekolah tingkat SD, dimana adanya isu mencuat terkait penutupan SDN 206 Putraco Indah Kota Bandung akibat daya tampung yang makin mengecil. Menurutnya, hal tersebut bukanlah suatu masalah, mengingat daya tampung SD negeri di Kota Bandung sudah cukup merata.
“Hanya ada satu, SD yang Putrako itu terpaksa kita tutup ya. Karena memang daya tampungnya makin lama makin kecil, maka dialihkan ke SD lain dan kita bangun disitu SMP. Bahwa ada SD negeri yang terpaksa ditutup ya nggak masalah. Kalau dilihat dari mapping mah, kalau SD khususnya ya, sebetulnya sudah sangat merata,” kata Farhan saat ditemui di Bandung, Senin (14/7/2025).
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Pemkot Bandung Terapkan Aturan Penggunaan HP di Sekolah
Farhan justru menyoroti masalah SD swasta yang masih kekurangan siswa karena jumlah yang tidak sesuai dengan daya tampung. Hal itu diakibatkan animo masyarakat yang tinggi untuk memasukan anaknya ke sekolah negeri. Terlebih jumlah daya tampung sekolah negeri juga ditambah.
“Yang justru mesti kita bantu itu sekarang sekolah swasta. Sejauh ini mah aman ya memang ada pilihan-pilihan lah ya. Bahwa bagaimanapun juga warga berpikir untuk, ah saya emang pengen ke SD ini, pengen ke SMP itu,” ucap dia.
Menurutnya, daya tampung yang cukup banyak di sekolah swasta justru membantu mengurangi beban daya tampung di sekolah negeri. Sebab animo masyarakat untuk memasukan anaknya ke sekolah negeri dinilai cukup membebani sekolah negeri dalam membuka daya tampung dan penerimaan siswa.
“SD dan SMP, Karena SD dan SMP swasta ini sebetulnya membantu mengurangi, Beban daya tampung SD dan SMP negeri Lalu kalau ada pertanyaan kenapa daya tampung perlu dibagi bebannya Karena memang sekarang ini seperti kita lihat ya Bahwa minat warga untuk masuk ke SD dan SMP negeri masih sangat tinggi,” ungkap Farhan.
Baca Juga: SMA di Jabar Wajib Masuk 06.30, Farhan Nilai Efektif Kurangi Macet di Bandung
Selain itu, adanya daya tampung sekolah swasta yang cukup banyak juga bagian dari implementasi tanggung jawab pendidikan. Dimana pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi juga memerlukan keterlibatan dari pihak swasta.
“Sedangkan kita sedang berpikir bahwa Tanggung jawab pendidikan ini tidak hanya ada di pemerintah tetapi juga ada di penyelenggara pendidikan swasta. Jadi kita harus sama-sama,” cetus dia.
Lebih lanjut, implementasi sekolah gratis sesuai keputusan MK juga terancam tidak bisa dilaksanakan oleh pihak swasta akibat kurangnya atensi masyarakat untuk memasukan anaknya. Hal itu dikarenakan sekolah swasta sendiri mengandalkan swadaya dari siswa maupun orang tua siswa sebagai salah satu sumber dana operasional sekolah.
“Nah pada saat bersamaan kami juga sudah menyelesaikan kajian mengenai dukungan apa yang bisa kita berikan kepada sekolah swasta agar sesuai dengan keputusan dari Mahkamah Konstitusi yang akan menggratiskan sekolah swasta. Itu kan mesti ada kajiannya juga,” tutur dia.
Reporter: Niko

