Tuesday, February 10, 2026

Surabaya Jadi Pilot Project Pemadanan Data Nasional

Surabaya, Nawacita – Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, tekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar dan acuan pembangunan secara nasional.

“Ketepatanannya, ketelitiannya, kecepatannya makin ditingkatkan. Cepat, tepat, teliti akurat, itu harus dijaga,” tegas Rachmat usai meresmikan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) di Kota Surabaya, Sabtu (12/7/2025).

“Data juga harus benar, harus terpercaya, validitasnya dijaga,” tambahnya.

- Advertisement -

Sementara Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS Republik Indonesia menyampaikan bahwa Kota Surabaya akan menjadi pilot project terkait pemadanan data.

“Kami sudah melakukan pilot project untuk pemadanan data dengan Kota Surabaya, dan ini pertama kali kita update DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dari bawah,” jelasnya.

Baca Juga: BPS Ungkap Dominasi Industri dan Pertanian, Sektor Pertambangan Justru Merana

Kota Pahlawan telah berhasil menjalani proses pemadanan data yang terbukti berhasil berkat adanya koordinasi yang baik antara Pemkot Surabaya dan BPS Kota Surabaya.

“Jadi progresnya sudah sangat bagus, hanya 0,02 persen yang tidak padan, sisanya padan. Yang tidak padan kita double check bersama, antara BPS Kota Surabaya dengan (Pemerintah) Kota Surabaya,” beber Amalia.

Pemkot Surabaya juga telah menjalani kerjasama dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala BPS dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang disaksikan oleh Menteri Bappenas.

“Jadi kami MoU bertiga, BPS, Wali Kota Surabaya dan Mendagri, disaksikan Bappenas di kantor Bappenas,” kata dia.

BPS berharap dapat mengaplikasikan mekanisme updating dari bawah se-Jawa Timur pada bulan Juli tahun ini.

“Targetnya di pertengahan Juli ini kita sudah memfinalisasi,” pungkas Amalia.

Reporter: Gio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru