Sunday, February 15, 2026

Ketika Wamensos Tinjau Persiapan Sekolah Rakyat di Poltekesos Bandung

Bandung, Nawacita – Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan ke gedung Sekolah Rakyat di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Sabtu (12/7/2025).

Kunjungannya tersebut dimaksudkan untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas belajar dan asrama untuk digunakan oleh para siswa Sekolah Rakyat yang akan dibuka pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang.

“Kita juga melakukan pengecekan didampingi Pusdiklat dan Direktur Poltekesos. Kita melakukan pengecekan karena waktunya tinggal dua hari, hari senin tanggal 14 Juli besok Sekolah Rakyat sudah mulai dibuka,” kata Agus.

- Advertisement -

Beberapa fasilitas yang ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Sosial itu diantaranya adalah ruang kelas, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, ruang pengecekan kesehatan, kamar tidur guru, kamar tidur siswa serta dapur asrama.

“Kita sudah cek dari mulai kelasnya, asramanya, terus kemudian laboratoriumnya, dapurnya, tempat makannya, tempat tidurnya, semuanya aman,” jelasnya.

Agus memastikan fasilitas belajar dan fasilitas asrama sudah siap dan layak digunakan oleh para guru serta siswa Sekolah Rakyat.

Ia menyebut bahwa logistik untuk menunjang kebutuhan pribadi para siswa Sekolah Rakyat juga akan disiapkan pada hari Minggu besok agar dapat digunakan dan diberikan kepada para siswa.

“Kebutuhan proses belajar mengajar di kelas, kebutuhan untuk di asrama, termasuk kebutuhan-kebutuhan pribadi itu sudah kita siapkan dan besok semua sudah aman supaya nanti senin bisa dimulai,” beber Agus.

Meski demikian, katanya, saat ini untuk kebutuhan logistik berupa makanan juga akan segera disediakan. Rencananya, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional terkait makanan para siswa.

Baca Juga: Tak Sembarangan, Wamensos Minta Guru Sekolah Rakyat Punya Empati ke Siswa

Namun hal tersebut belum bisa dilakukan saat ini, sehingga pihaknya akan bekerjasama dengan pihak swasta atau catering guna mencukupi makanan para siswa.

“Hal terpenting juga, kita sedang menyiapkan per-makanannya, ke depan kita akan bekerja sama dengan Badan Gizi tapi untuk sementara ini dalam proses persiapan kita akan catering,” terangnya.

Agus mengatakan bahwa nantinya 100 siswa Sekolah Rakyat di Poltekesos Bandung bakal melewati pengecekan kesehatan terlebih dahulu sebelum nantinya memulai pembelajaran. 100 siswa tersebut terdiri dari 52 laki-laki dan 48 perempuan.

“Siswanya sudah masuk, dimulai dengan tes kesehatan, kalau di sini akan dilakukan selama dua hari dan siswanya (di SR ini) ada 100, 52 laki-laki dan 48 perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kurikulum yang akan digunakan, Agus menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat bakal menggunakan kurikulum multi entry dan multi exit dimana para siswa akan diberikan pengajaran sesuai dengan kemampuannya masing – masing.

“Kurikulumnya itu yang nyusunnya Dikdasmen, jadi ada istilah ‘Multi Entry dan Multi Exit’. Termasuk sebelumnya kita akan ada Talent Mapping, jadi anak itu dimapping kecenderungannya, kemampuannya di mana? Setelah itu, kurikulum yang kita pake adalah konsep ‘Multi Entry dan Multi Exit,” jelas Agus.

Selain menggunakan metode talent mapping dan kurikulum multi entry dan multi exit, para siswa Sekolah Rakyat juga bakal dibekali dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni dengan fasilitas belajar digital yang sudah disediakan.

“Termasuk kemudian kita akan membekali mereka untuk bisa Bahasa Inggris, makanya ada lab-nya. Peralatan untuk belajar mengajar itu digital, mulai dari laptop dan lain-lain,” pungkasnya.

Reporter : Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru