Impor Turun 1,23 Persen, BPS Soroti Penurunan Serealia dan Barang Konsumsi
Surabaya, Nawacita.co – Provinsi Jawa Timur mencatatkan nilai impor sebesar US$11,98 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2025. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Penurunan total impor ini memberi angin segar bagi neraca perdagangan Jawa Timur, terutama dengan peningkatan ekspor yang signifikan di periode yang sama.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Zulkipli, Keseimbangan antara pertumbuhan industri dan penguatan sektor domestik menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan ekonomi provinsi ini ke depan.
Baca Juga: BPS Ungkap Dominasi Industri dan Pertanian, Sektor Pertambangan Justru Merana
Penurunan impor terjadi karena serealia yang mencakup gandum dan jagung mengalami penurunan paling tajam, yaitu US$571,80 juta atau turun 57,18 persen.
“Penurunan ini kemungkinan dipengaruhi oleh peningkatan produksi lokal atau perubahan strategi perdagangan pangan nasional,” tutur Zulkipli kepada rekan media.
Sementara itu, impor barang modal—seperti mesin dan peralatan produksi—naik signifikan 14,94 persen menjadi US$910,64 juta, menunjukkan bahwa investasi industri di Jawa Timur masih tumbuh.
“Sedangkan impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar 6,31 persen, menjadi US$1,33 miliar, mengisyaratkan perubahan pola konsumsi masyarakat atau meningkatnya substitusi barang impor oleh produk lokal,” tutupnya.
Reporter: Alus

