Monday, February 9, 2026

Ombudsman Jabar: Ada Indikasi Jual Beli Kursi di Beberapa Sekolah Favorit Bandung

Ombudsman Jabar: Ada Indikasi Jual Beli Kursi di Beberapa Sekolah Favorit Bandung

Bandung, Nawacita – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat menduga praktik jual beli kursi SPMB Kota Bandung yang tengah mencuat melibatkan beberapa sekolah favorit.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Dan Satriana saat ditemui pada Minggu, 15 Juni 2025. Menurutnya, dugaan keterlibatan beberapa sekolah favorit dalam kasus ini sudah menjadi rahasia umum. Sebab, isu ini selalu muncul setiap tahun dalam momen penerimaan siswa baru.

“Biasanya hal-hal tersebut memang ngarak terjadi pada sekolah-sekolah yang oleh masyarakat dianggap favorit. Ya saya kira bahwa sejak PPDB efektif dilakukan pada tahun 2017, kita selalu mendengar ada isu ini,” kata Dan.

- Advertisement -

Menurutnya, indikasi tersebut muncul karena adanya status sekolah favorit memunculkan adanya kesenjangan dalam dunia pendidikan. Sehingga memunculkan stigma bahwa SPMB menjadi kompetisi untuk memasukan peserta didik ke sekolah favorit yang dianggap paling baik.

Baca Juga: Peraturan SPMB 2025 Beserta Panduannya Lengkap

“Sehingga masyarakat menjadikan PPDB ini semacam kompetisi atau perlombaan untuk masuk pada sekolah-sekolah tertentu saja yang mereka anggap paling baik bagi anak-anaknya,” ungkap Dan.

“Dalam kondisi demikian, maka kita bisa melihat adanya celah bagi orang tua menggunakan segala cara untuk mendapatkan sekolah yang terbaik bagi anak-anak mereka,” tambah dia.

Lebih lanjut, Dan menyebut bahwa adanya status sekolah favorit menjadi efek domino hingga menyebabkan terjadi praktik jual beli kursi saat momen penerimaan murid baru. Adanya status sekolah favorit menunjukkan bahwa pemerintah belum bisa memberikan kualitas pendidikan secara merata.

“Seketat apapun menurut saya secara teknis tetap tidak akan bisa menjamin adanya kecurangan-kecurangan dalam SPMB karena akar masalahnya adalah pemerintah belum mampu menyediakan sarana sekolah dan kualitas pendidikan yang merata,” ujar Dan.

Terlebih, lanjut Dan, pihaknya beberapa kali menemukan kasus yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Namun isu tersebut tidak seramai hari ini sampai-sampai menjadi sorotan khusus publik bahkan Walikota Bandung, Muhammad Farhan.

Dan menjelaskan, pihaknya menemukan adanya ketidaksesuaian angka antara jumlah daya tampung yang diumumkan dengan data jumlah siswa di Dapodik. Selisih angka antara kedua data tersebut dinilai bisa menjadi indikasi adanya jual beli kursi atau adanya siswa yang masuk tanpa melalui jalur SPMB.

“Kalau sekolah, dalam tahun yang lalu kami menemukan hampir sekolah seluruh SMP negeri di Kota Bandung, itu memiliki selisih antara daya tampung yang diumumkan dalam PPDB dengan data di Dapodik. Jumlahnya sangat lumayan signifikan, mencapai puluhan sampai ratusan bangku setiap sekolahnya,” pungkas dia.

Diketahui beberapa SMP yang dianggap favorit oleh masyarakat Kota Bandung diantaranya adalah:

  • SMPN 1 Kota Bandung
  • SMPN 2 Kota Bandung
  • SMPN 3 Kota Bandung
  • SMPN 5 Kota Bandung
  • SMPN 7 Kota Bandung
  • SMPN 8 Kota Bandung
  • SMPN 12 Kota Bandung
  • SMPN 13 Kota Bandung
  • SMPN 14 Kota Bandung
  • SMPN 34 Kota Bandung
(Niko)
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru