Surabaya, Nawacita – Suara sorak-sorai menggema ketika layar besar menampilkan laga Timnas Indonesia melawan China. Namun malam itu bukan sekadar tentang sepak bola. Di balik euforia, terselip pesan mendalam tentang masa depan keluarga Indonesia.
BKKBN Jawa Timur memanfaatkan momen nonton bareng ini sebagai ruang edukasi yang santai dan membumi. Bertajuk “Ayah Hebat untuk Generasi Hebat”, acara ini diramaikan dengan snack gratis, doorprize menarik, serta merchandise eksklusif bagi para peserta.
Dalam sambutannya, Kepala BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM, tak hanya menyuarakan dukungan untuk Timnas, tetapi juga menggelorakan semangat membentuk keluarga berkualitas.
“Kami ingin orang tua, khususnya para ayah, menyadari betapa pentingnya kehadiran mereka dalam proses tumbuh kembang anak. Kita tak sedang bicara soal jumlah waktu, tetapi kualitas keterlibatan,” ungkapnya, Kamis malam (5/6/2025).
Salah satu sorotan utama malam itu adalah kampanye Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)—sebuah inisiatif strategis yang menempatkan ayah sebagai pengasuh aktif, bukan sekadar pencari nafkah. Data dari BPS mencatat, hanya 14% anak Indonesia yang mendapatkan pengasuhan langsung dari sang ayah.
“Gerakan ini bukan menuntut waktu seharian penuh dari seorang ayah, tapi mengajak mereka hadir dalam momen-momen kecil namun berarti—mengantar sekolah, membantu PR, atau sekadar mendengarkan cerita anak di malam hari,” tambah Maria.
Kehangatan acara makin terasa menjelang Idul Adha yang jatuh esok hari. Aroma persaudaraan dan harapan menyatu di udara, menambah kekuatan emosional bagi para keluarga yang hadir.
Salah satu momen menyentuh terekam saat kamera menyorot seorang ayah muda yang datang bersama anak laki-lakinya. Keduanya mengenakan kaos merah bertuliskan “Ayah Hebat, Anak Hebat.”
“Saya ke sini bukan hanya untuk nonton bola, tapi juga belajar jadi ayah yang lebih baik,” ujarnya singkat namun penuh makna. deni

