Tuesday, February 10, 2026

Koperasi Merah Putih Terbentuk, Kini Masyarakat Bisa Beli Obat Harga Murah

Koperasi Merah Putih Terbentuk, Kini Masyarakat Bisa Beli Obat Harga Murah

JAKARTA, Nawacita – Koperasi Merah Putih Terbentuk, Presiden Prabowo Subianto ingin masyarakat desa dapat mengakses kesehatan yang cukup murah, terutama bagi mereka yang ingin membeli obat-obatan. Hal itu diharapkan terjawab dengan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi Desa Merah Putih ini hadir salah satunya untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa atau kelurahan yang ingin membeli obat-obatan cukup murah.

Jadi Koperasi Desa Merah Putih ini adalah wujud dari banyak program yang sudah dilakukan, sudah dikerjakan dan sudah dicanangkan oleh pemerintah sesuai arahan Presiden,” kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

- Advertisement -

“Di India, kebanyakan orang di desa itu mendapatkan obat yang harganya 10% lebih murah dari harga komersil. Nah ini yang kita inginkan, yang Presiden inginkan itu, masyarakat desa di Indonesia bisa beli obat lebih murah dari harga komersil.

Baca Juga: Putus Mata Rantai Kemiskinan, Presiden Prabowo akan Membentuk Koperasi Desa Merah Putih

Kita ingin rakyat kalau sakit tidak harus membeli obat dengan harga mahal, termasuk juga masyarakat di desa, oleh karena itu, kehadiran koperasi desa ini cukup penting, terutama bagi kesehatan masyarakat di desa,” tambahnya.

Koperasi Merah Putih Terbentuk
Koperasi Merah Putih Terbentuk, Kini Masyarakat Bisa Beli Obat Harga Murah.

Program Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Sementara itu, Sudaryono menjelaskan, ada 3 skema untuk mensukseskan program Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi Desa Merah Putih ini sumbernya ada tiga. Membentuk koperasi baru, atau koperasi yang jalannya bagus kemudian diubah menjadi Koperasi Desa Merah Putih. Atau koperasi yang sebetulnya sudah ada tapi mungkin tidak berjalan dengan baik kemudian dapat direvitalisasi menjadi Koperasi Desa Merah Putih,” kata Sudaryono.

“Kemudian dari tiga pilihan ini, bagaimana cara memilihnya, maka dipilih berdasarkan musyawarah masyarakat desa yang diselenggarakan oleh kepala desa. Namanya musyawarah desa khusus.

Jadi hasilnya sesuai musyawarah masyarakat desa dan disesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat desa, situasi, dan kondisi masyarakat yang ada di desa tersebut,” ungkap Sudaryono.

cnbnws.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru