Saturday, February 14, 2026

Banyaknya Bencana di Jabar bakal Pengaruhi Nilai Efisiensi Anggaran? Begini Kata Sekda Jabar

Banyaknya Bencana di Jabar bakal Pengaruhi Nilai Efisiensi Anggaran? Begini Kata Sekda Jabar

Bandung, Nawacita – Jawa Barat tengah banyak dilanda bencana dari mulai banjir hingga tanah longsor pada kurun waktu satu bulan terakhir. Hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi nilai efisiensi anggaran yang telah direncanakan.

Pengeluaran ABDB untuk anggaran penanganan dan mitigasi dikhawatirkan akan lebih besar dan mempengaruhi nilai efisiensi anggaran yang telah direncanakan namun belum ditetapkan secara resmi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyebut hal tersebut masih bersifat dinamis dan belum bisa diperkirakan. Sebab penetapan pergeseran anggaran baru akan ditetapkan pada tanggal 19 Maret 2025 mendatang.

- Advertisement -

“Ini dinamis, karena insyaAllah seseorang Pagu Benur, penetapan pergeseran terakhir Pagu Benur berikan arahan, sedianya kita akan tanggal 19 Maret,” kata Herman saat ditemui di Kantor Bappeda Jawa Barat, Minggu (16/03/2025) malam.

Ia hanya bisa memastikan, pergeseran anggaran yang dilakukan sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri sebelum ditetapkan pada perubahan anggaran mendatang.

Baca Juga: Sekda Jabar sebut Infrastruktur di Jawa Barat Banyak yang Ketinggalan

“Kelebihan dari efisiensi sekarang yang direalokasi kan dipayungi oleh Peraturan Gubernur. Jadi kami cukup melakukan pergeseran sesuai dengan surat edaran dari menteri dalam negeri. Jadi tidak perlu menunggu perubahan, perubahan nanti jalan untuk hal yang memang tidak bisa dilaksanakan di pergeseran,” ujar Herman.

Selain itu, ia juga memastikan pergeseran anggaran akan disesuaikan dengan visi misi Gubernur Jawa Barat dan situasi terkini di lapangan, khususnya terkait dampak bencana yang hari ini sedang banyak terjadi di Jawa Barat.

“Tapi titik berat kami lakukan perubahannya atau penyesuaian dengan visi misi kepala daerah dan situasi terkini di lapangan, terutama dampak bencana, itu bisa langsung dieksekusi di pergeseran. Dengan catatan, tentu harus sesuai dengan kaidah,” tambahnya.

Baca Juga: Niat Kelola Citarum Secara Mandiri, Pemprov Jabar Belum Pastikan Jumlah Anggaran yang Digelontorkan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan anggaran lebih untuk pihak Inspektorat Jawa Barat untuk melakukan pengawasan dalam pergeseran anggaran ini. Sehingga perencanaan anggaran bisa optimal hingga masa pencairan.

“Kami menyiapkan budget lebih untuk teman-teman inspektorat melakukan probity. Probity itu melakukan pengawalan. Jadi bukan mengawasi di ujung, di tengah tapi mengawasi sejak dari perencanaan penganggaran sehingga nanti di ujungnya mudah-mudahan bisa optimal,” Jelas Herman.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk pengawasan lebih detail dan ketat, khususnya dalam proses pencairan anggaran yang akan di audit terlebih dahulu oleh BPKP.

“Bahkan Pak gubernur itu juga sudah menginisiasi untuk kerjasama dengan BPKP. Kami sudah bertemu dengan kepala BPKP. Kita akan agreement juga. Sehingga nanti semua pekerjaan yang di-support dari anggaran pergeseran ini hasil dari efisiensi yang kemudian di realokasi itu nanti sebelum pencairan itu akan di review dulu oleh auditor. Agar aman ya progresif tapi mitigatif,” tandas dia.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru