Walikota Eri Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Turut Bergotong Royong Membantu Sesama
Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya, Eri Cahyadi himbau warga masyarakat untuk turut saling bergotong royong dalam membantu sesamanya.
Hal itu disampaikan Walikota Eri usai menyampaikan pidato perdananya pada rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, penyampaian visi misi dan program Walikota Surabaya masa jabatan 2025-2030, Senin (03/03/2025).
“Oleh karena itu saya mohon betul kepada seluruh warga Surabaya, ayo kita bareng-bareng. Yang punya kelebihan, tolong bantu yang lemah,” ucapnya.
“Bayangkan yang sejahtera itu bisa membantu yang kurang sejahtera di RW nya, maka itu sangat luar biasa,” tambahnya.
Baca Juga: Setelah Retreat, Eri Cahyadi Cek Normalisasi Kalianak dan Kualitas Layanan Kesehatan
Dirinya pun menjelaskan bahwa pembiayaan yang diperlukan untuk membangun Kota Surabaya mencapai nominal Rp 25 Triliun, diantaranya ialah untuk pembangunan infrastruktur jalan Rp 10,6 triliun, lalu penanganan banjir Rp 9,6 triliun, kesehatan Rp 2,7 triliun, pendidikan Rp 2,5 triliun, honor pelayanan publik Rp 1,4 triliun tiap tahun, Jaminan Kesehatan Semesta Rp 450 miliar, Rutilahu Rp286 miliar, Penerangan Jalan Umum Rp 280 miliar, dan beasiswa Rp 55 miliar.
Sehingga dengan kebutuhan anggaran yang begitu besar, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak bisa mengerjakan seluruh hal tersebut sendirian. Perlu adanya gotong royong dari masyarakat agar permasalahan kemiskinan di Surabaya bisa teratasi.
“Ketika kita mengatakan kemiskinan, tidak mungkin kita tidak menghitung yang pra miskin, keluarga pra miskin tidak bisa kita hindarkan dan juga wajib kita hitung, itu saja sudah sampai Rp 1,5 Triliun. Oleh karena itu uang 11 atau 12 Triliun tidak ada artinya di Surabaya ini,” ujarnya.
“Saya tidak ingin program pemerintah itu dikerjakan oleh masyarakat, tapi bagaimana pemerintah itu berdampingan dengan masyarakat,” imbuhnya.
Ia pun menjelaskan bahwa gotong royong sendiri merupakan bentuk nyata mendalami Pancasila serta agama. Sebab menurutnya seluruh agama pasti mengajarkan tolong menolong sesama manusia.
“Tadi saya sampaikan di agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu, mengajarkan tolong menolong. Sama seperti Presiden Soekarno menyampaikan gotong royong itu adalah yang utama dalam Pancasilanya. Nilai-nilai Pancasila dan agama itu tidak berbeda,” pungkasnya.
Reporter : Gio

