Friday, February 13, 2026

Lonjakan Kasus PMK di Jawa Timur: Faktor Cuaca dan Transportasi Jadi Pemicu

Lonjakan Kasus PMK di Jawa Timur: Faktor Cuaca dan Transportasi Jadi Pemicu

Surabaya, Nawacita – Jawa Timur saat ini sedang darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak-ternak khususnya Ternak Sapi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani di Gedung Negara Grahadi (31/1/2025).

“PMK meningkat terjadi pada akhir Desember 2024 mencapai dua kali lipat standar devisa, hingga Bulan Januari 2025. Bisa dipastikan ini merupakan warning untuk wabah kembali, yang dulu di tahun 2022 pernah meningkat,” ujar Indyah.

Indyah juga menjelaskan faktor yang dapat meningkatkan wabah PMK dengan cepat menyebar meliputi cuaca pancaroba dan transportasi perpindahan ternak. “Kemungkinan tersebut bisa terjadi karena tak hanya peternak dari Jatim saja yang datang ke Jawa Timur melaikan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan luar pulau,” jelasnya.

- Advertisement -

“Karena para peternak ini sudah mulai pengisian kandang untuk persiapan Idul Adha,” imbuh Indyah.

Baca Juga: Tinjau Pasar Hewan di Probolinggo, Pj Gubernur Adhy Ajak Semua Pihak Antisipasi Wabah PMK

Selain itu, Idyah juga memaparkan virus juga dapat terbawa oleh manusia yang tanpa sadar hewan ternak mereka dapat terpapar PMK. “Manusia juga bisa menjadi media yang membawa virus PMK, seperti area kaki dan tangan yang bersentuhan langsung,” paparnya.

Dengan ini Indyah mengungkapkan pemerintah sudah melakukan tindakan utama yaitu memberikan vaksin kepada seluruh ternak, dari yang sudah terjangkit virus PMK dan tidak terjangkit. “Saat ini sudah sebanyak 15 juta vaksin yang diberikan,” ungkapnya.

Vaksinasi tersebut akan dilakukan secara tiga kali, dari vaksin 1, valsin 2, dan vaksin Booster, dengan rentan waktu 6 bulan.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya himbauan darurat ini tidak hanya dari menteri dan pemprov saja yang bertindak tapi juga seluruh pemerintah daerah.

“Himbauan ini sudah diberikan kepada pemerintah daerah di masih-masih kabupaten dan kota di Jawa Timur,” tutup Indyah. (Al)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru