Sunday, February 15, 2026

Curah Hujan di Bandung Diprediksi Terus Meningkat, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Curah Hujan di Bandung Diprediksi Terus Meningkat, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Bandung, Nawacita – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi curah hujan di Bandung akan terus meningkat sampai Maret 2025.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Staf Data dan Informasi PMG Madya Stasiun Geofisika Bandung, Yuli Yulianti saat ditemui di Stasiun Geofisika Bandung, Jumat (31/01/2025).

“Untuk hujan sendiri diprediksi sampai bulan Maret masih harus diwaspadai, di Bandung sendiri untuk awal-awal masih masuk puncak musim penghujan jadi sampai bulan Maret kita harus tetap waspada,” kata Yuli.

- Advertisement -

Yuli menyebut, curah hujan di Bandung Raya khususnya Kota Bandung mulai meningkat dengan intensitas yang beragam dari mulai ringan hingga lebat.

“Ya untuk cuaca saat ini di wilayah Bandung dan sekitarnya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi untuk musim berada pada periode musim penghujan dimana cuaca didominasi oleh cuaca berawan, kemudian di siang sore dan malamnya ada potensi hujan dengan intensitas yang beragam mulai dari ringan hingga lebat,” ujar Yuli.

Baca Juga: Libur Imlek, Bandung Zoo Ramai Dikunjungi Wisatawan dari Luar Daerah

Menurut Yuli, peningkatan intensitas curah hujan tersebut terjadi di beberapa waktu tertentu seperti siang, sore dan malam hari.

“Untuk hujan beragam kang jadi umumnya terjadi di siang, sore dan malam hari karena pagi harinya terjadi pengumpulan awan-awan yang cukup signifikan,” ucap Yuli,

Lebih lanjut, Yuli menerangkan, hujan juga bisa turun pada dini hari atau pagi hari jika ada faktor tertentu seperti ketahanan udara.

“Tetapi jika ada pengaruh dari ketahanan udara sehingga anginnya cukup kencang maka biasanya akan beralih ke dini hari ataupun pagi hari,” tambahnya.

Yuli menjelaskan, prediksi tersebut dilihat dari beberapa faktor seperti dinamika atmosfer laut, kecepatan angin dan kelembaban suhu di Kota Bandung.

“Untuk musim penghujan sendiri dilihat dari dinamika atmosfer laut, untuk angin sendiri masih didominasi oleh Angin Monsun Pasifik Asia kemudian suhu perairan air laut di sekitar perairan Indonesia cukup hangat dan juga kelembaban udara di Jawa Barat cukup tinggi sehingga hal-hal tersebut mendukung untuk pembentukan awan hujan,” jelas Yuli.

Selain beberapa faktor tersebut, Yuli juga menjelaskan faktor lainnya seperti dinamika ketinggian air laut yang bisa menjadi indikasi kenaikan intensitas curah hujan.

Baca Juga: Pj Gubernur Jabar Pastikan Perayaan Imlek 2025 di Bandung Berjalan Kondusif

“Untuk maritim untuk ketinggian gelombang di perairan selatan dan Utara wilayah Jawa Barat saat ini tinggi gelombang dari 0,5 hingga satu meter dan untuk selatan sekitar 1,5 hingga 2,5 meter,” tambahnya.

Yuli mengimbau kepada masyarakat Jawa Barat umumnya dan Kota Bandung khususnya agar tetap waspada terkait ancaman bencana hidrometeorologis yang kemungkinan bisa terjadi ketika intensitas curah hujan berada pada puncaknya.

“Karena sekarang kita masih masuk musim penghujan maka diperkirakan akan ada kenaikan curah hujan yang cukup signifikan maka harus ditingkatkan waspada terhadap bencana hidrometeorologis berupa genangan, banjir, pergerakan tanah atau tanah longsor dan angin kencang,” ungkap Yuli.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat di yang akan beraktivitas di daerah pesisir baik itu berwisata atau lainnya untuk tetap waspada dan memperhatikan himbauan BMKG dan BPBD setempat.

“Untuk ketinggian gelombang khususnya di perairan selatan Jawa Barat harus diwaspadai bagi masyarakat yang ingin beraktivitas di perairan selatan Jawa Barat diimbau untuk selalu hati-hati dan waspada, selalu memperhatikan informasi yang disampaikan BMKG ataupun BPBD setempat,” pungkasnya.

(niko)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru