Tuesday, February 10, 2026

Tinjau Kurikulum Merdeka, Komisi X DPR RI Kunjungan Kerja ke SMPN 02 Kota Bandung

Nawacita, Bandung – Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke SMPN 02 Kota Bandung pada Rabu, 20 November 2024. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung efektivitas implementasi kurikulum merdeka di sekolah.

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI mengatakan kunjungan dilakukan untuk berdialog langsung berbagai stakeholder untuk mengukur sejauh mana efektivitas penerapan kurikulum merdeka di sekolah. Mengingat saat ini merupakan masa transisi selama lima tahun. Sudah banyak transformasi yang diperkenalkan dan diterapkan di semua sekolah termasuk di jenjang SMP. “Nah kami ingin mendengar langsung, melihat langsung dan juga berdialog langsung dengan para stakeholder bukan saja para guru atau kepala sekolah tapi juga komite sekolah, para orang tua dan bahkan anak anak sendiri,” ujar Hetifa, Rabu 20/11/2024.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam kunjungan tersebut banyak usulan dan masukan yang diberikan kepada Komisi X DPR RI. Masukan tersebut utamanya terkait kurikulum, penerimaan siswa baru dan asesmen atau ujian nasional yang akan diadakan kembali. Terdapat masukan-masukan sangat berharga sehingga nanti ini menjadi satu bahan yang terpenting. “Khususnya terkait beberapa kebijakan publik misalnya menyangkut kurikulum, sistem penerimaan siswa baru dan juga menyangkut soal asesmen yang sifatnya barangkali selama ini kita menggunakan asesmen nasional dan barangkali juga perlu ada hal hal yang disempurnakan kembali,” ungkap Hetifa.

- Advertisement -

baca Juga : Mengenal Perpustakaan Ajip Rosidi Bandung, Simpan Naskah Kuno Sejarah Sunda Lengkap

Beberapa masukan atau usulan tersebut diantaranya terkait sistem zonasi, sarana prasarana dan pembentukan sekolah inklusif untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Dimana setiap kebijakan itu pasti tidak semuanya lancar, seperti guru-guru mengungkapkan dengan adanya sistem zonasi mungkin SMPN 02 yang dulunya sangat terfavorit sekarang bisa jadi grade nya menurun. Itu karena dari segi akademik menjadi lebih beragam. “Juga dari sisi tadi ya kemampuan guru terus soal sarana dan prasarana peralatan misalnya terutama hal-hal yang menyangkut seni seperti seni rupa dan juga soal inklusif bersekolah bagi anak anak berkebutuhan khusus. Ya jadi perlu guru dan sarana prasarana yang juga lebih lengkap lagi,” tutur Hetifa.

Komisi Bandung
Penyerahan Cinderamata dari sekolah untuk Komisi X DPR RI. Foto: Nawacita/Niko

Menurutnya, progres implementasi kurikulum merdeka di SMPN 02 Kota Bandung sudah cukup baik dengan berbagai inovasi kreativitas siswa khususnya di bidang kebudayaan. Pihaknya melihat disini bahwa banyak hal yang sangat positif dari kebijakan yang sudah terapkan selama lima tahun kebelakang. “Tadi kita sudah melihat ya banyak sekali inovasi yang terjadi di sekolah ini dan itu membanggakan. Sistem yang bagus yang sudah terbentuk di sekolah ini, anak-anak yang tadinya dianggap kurang berprestasi jadi berprestasi. Jadi mengangkat gitu dan memberikan motivasi, memberikan satu akselerasi di dalam hasil belajar jadi banyak positifnya,” tambahnya.

Ia juga berharap, kurikulum merdeka yang sudah terimplementasi dengan baik di SMPN 02 Kota Bandung dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya khususnya di Kota Bandung dan umumnya di Jawa Barat. “Mudah-mudahan menjadi sekolah yang bisa ditiru oleh sekolah lain bukan hanya di Bandung atau Jawa barat ya tetapi di seluruh Indonesia,” pungkasnya. niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru