Suara DPD Partai Golkar Jatim Untuk Soeharto
SURABAYA, Nawacita – Suara DPD Partai Golkar Jatim, DPD Partai Golkar Jawa Timur menyuarakan dalam memperkuat nama Presiden Republik Indonesia (RI) ke 2 Soeharto sebagai pahlawan Nasional. Jasanya yang telah dari awal pergerakan perubahan Indonesia merupakan bukti dari kerja Soeharto selama kepemimpinannya.
Pada Seminar Usulan Presiden RI ke 2 Sebagai Pahlawan Nasional yang dihadiri oleh para aktivis mahasiswa-mahasiswi Jawa Timur Yang dibuka oleh Ketua Umum DPD Partai Golkar Jatim, Sarmuji secara daring. Melalui narasumber pemateri seorang akademisi yaitu, Prof. Dr. H. Setya Yuwana memaparkan bahwa Mantan Presiden Soeharto merupakan tokoh yang pantas namanya tercatat sebagai Pahlawan Nasional.
“Karena jasanya kepada negeri ini terkenal dengan sang Bapak Pembangunan, dilatar belakangi saksi sejarah pada era Pak Harto masih hidup, ketika merasakan awal pembangunan orde Lama menuju orde Baru bahwa Pak Harto adalah sosok dari awal pembangunan di Indonesia,” pungkas Prof Setya (7/11/2024).
Namun, masih ada keraguan-keraguan dari para mahasiswa dalam mengingat kejadian orde Baru yang memicu lengsernya kepemimpinan Soeharto. Karena hal tersebut mereka mempertanyakan apakah yang akan dilakukan Golkar memperjuangkan Soekarno selama kepemimpinannya.

Dalam hal ini, Prof Setya menjelaskan bahwa setiap kepemimpinan para presiden tidak ada yang sempurna, sekaligus tentang persepsi orang ada yang memilih setuju dan tidak setuju. Oleh karena itu, Prof Setya memaparkan tentang pengaruh program kerja Presiden Soeharto hingga saat ini.
“Awal masyarakat Indonesia hanya kasta tertinggi saja yang makan nasi selebihnya umbi-umbian, pada saat pemerintahan Soeharto kita semua setara mendapatkan makan layak hingga lauk pauk. Soebarto juga mengawali program pembangunan puskesmas di setiap desa yang saat ini masih dipergunakan, ” tambahnya.
Selain itu, DPD Golkar Jatim juga mengeluarkan surat penguat untuk Presiden RI ke 2 yaitu Soekarno sebagai tokoh Pahlawan Nasional. Sebagai bentuk dedikasi sebagai penerus bangasa untuk merawat rekam jejak bapak pembangunan. (Al)

