Saturday, February 14, 2026

Gerakan Coblos Kotak Kosong, Gelar Spanduk di Sekitar Lokasi Debat Publik Perdana

Gerakan Coblos Kotak Kosong, Gelar Spanduk di Sekitar Lokasi Debat Publik Perdana

Surabaya, Nawacita | Aksi adu membentangkan spanduk, antara pendukung Eri-Armuji dan Gerakan Coblos Kotak Kosong, Rabu (16/10/2024).

Hal tersebut bermula dimana empat orang pendukung kolom kosong yang melakukan aksi membentangkan spanduk di tepat di seberang Dyandra Convention Hall, tempat berlangsungnya Debat Publik KPU Kota Surabaya, dimana pasangan calon petahana Eri Cahyadi-Armuji sedang memaparkan visi-misinya.

Puluhan masa pendukung pasangan calon petahana, Eri-Armuji tidak mau kalah turut terjun dan membentangkan spanduk di depan pendukung kolom kosong.

- Advertisement -

Kejadian tersebut sempat membuat kepadatan di Jalan Basuki Rachmat, dimana kedua kubu saling berebut dalam membentangkan spanduk.

Akhirnya kedua kubu berhenti membentangkan spanduk usai mendapatkan teguran dari pihak kepolisian.

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Edi Hartono, pun turut melakukan mediasi terhadap dua pihak agar berhenti melalukan aksi membentangkan spanduk, agar tidak menggangu ketertiban umum.

“Kami menghimbau para pendukung (Eri-Armuji) agar bergeser ke Dyandra, gunakan ruang publik di sekitar area Dyandra, jangan melebar. Kami tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga: Debat Perdana, Eri-Armuji Berencana Fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan Bagi Seluruh Masyarakat di Tahun 2025

Disisi lain Satryo Kendro, Koordinator Massa Gerakan Coblos Kotak Kosong menyampaikan bahwa pihaknya memiliki satu tujuan, yaitu memenangkan kotak kosong pada Pilkada Kota Surabaya.

“Kami ingin memenangkan kotak kosong di Pilkada Kota Surabaya, kami sudah audensi dengan KPU Kota Surabaya, dan itu sah, warga boleh mensosialisasikan tentang kolom kosong,” kata Satryo.

Humas Gerakan Coblos Kotak Kosong, Diana Rosiana Samar, pun mempertanyakan istilah debat yang dilaksanakan KPU Kota Surabaya, sebab hanya ada satu calon tunggal sehingga penggunaan kalimat debat patut dipertanyakan.

“Istilah debat, harus dipertanyakan kepada Komisioner KPU, perlu belajar bahasa Indonesia, yang namanya debat sejak kita Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi itu selalu para pihak, bukan monolog, kalau berbicara sendiri itu monolog, bukan debat, jangan-jangan Petahana ini Megalomania” ucap Diana.

Diana pun menjelaskan bahwa kolom kosong merupakan sebuah bentuk pilihan, sebab pilihan tersebut ada dan memiliki nomor urut. Dan ketika kotak kosong muncul itu merupakan sebuah wujud dimana partai vs rakyat.

Baca Juga: Jelang Debat Pilwali Surabaya, KPU Surabaya Adakan Penyesuaian Metode Debat

“Saya rasa ini kesempatan kami untuk mensosialisasikan kotak kosong, mau tidak mau pada 27 November di kertas suara itu ada kolom kosong yang nomor urut 2, dan itu pilihan, suka tidak suka pilihan itu ada, apa salah kami berikan pilihan politik lain bagi masyarakat, kami juga tidak pernah memprovokasi untuk tidak memilih nomor 1, kami hanya mensuarakan suara rakyat dimana partai vs rakyat,”

Selain itu Diana pun menyoroti sikap provokatif dari para puluhan pendukung Eri-Armuji yang mendatangi pihaknya yang sedang membentangkan spanduk dan turut melakukan aksi serupa.

“Perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa di masyarakat, santai saja, kami tidak melakukan ujaran kebencian, kami hanya membentangkan spanduk dan hanya di trotoar, tidak sampai turun di jalan,”

Ia pun meminta kepada para pendukung Eri-Armuji agar tidak perlu panik dengan adanya Gerakan Coblos Kotak Kosong. Harapannya dengan perbedaan pendapat mampu membawa dinamika baru bagi Kota Surabaya. Diana pun berharap seluruh pihak mampu menjaga keamanan Kota Surabaya pada Pilkada Serentak 27 November.

“Teman-teman partai tidak perlu panik dengan kotak kosong, diatas kertas kalian lebih hebat, biarkan ini menjadi sintesa dalam bermasyarakat. Semuanya asik, Surabaya Asik, kalau sama-sama menjaga 27 November nanti pasti aman,”. (Gio)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru