Saturday, February 14, 2026

Melawan Krisis Iklim, Jawa Timur Ditunjuk Jadi Pelopor FOLU Net Sink 2030

Surabaya, Nawacita.co – Jawa Timur terpilih pelansanaan FOLU Net Sink 2030 di regional Jawa, hal tersebut secara resmi diumumkan oleh Hanif Faisol Nurofiq, selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pada kesempatannya melaui pertemuan Sosialisasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Bali Room B JW Marriot Hotel Surabaya, pada hari Rabu, (15/5/2024)

FOLU sendiri merupakan forest and other land uses atau pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan. FOLU menjadi satu dari lima sektor program mitigasi krisis iklim. Pada 2030, sektor ini akan menghasilkan emisi sebanyak 714 juta ton setara CO2.

Kegiatan tersebut berguna untuk merancang nantinya FOLU terealisasi hingga memiliki dampak panjang di tahun 2030 nantinya. Dan gerakan ini merupakan peran pemerintah Indonesia terhadap Global, untuk mencegah terjadinya kekurangan oksigen dan sumber air.

- Advertisement -

“Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki hutan hijau yang paling luas dari provinsi Jawa lainnya. Terdapat 10 persen krisis lahan yang ditotal keseluruhan luas Tanah Jawa Timur,” Jelas Hanif.

Untuk mencapai hasil sasaran perbaikan lahan akan mengacu pada vegetasi penyusunnya di savana, rawa, mangrove, hutanpantai, hutan monsoon, hutan pegunungan dan lain-lain. Hal tersebut juga telah secara simbolik oleh Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono melakukan gong, penandatangan surat persetujuan antara pihak pemerintah provinsi dan kementerian KLHK, dan penyerahan bibit pohon.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap akan adanya kebijakan dari Kementerian KLHK untuk mewujudkan FOLU Net Sink 2030,” papar Adhy.

Selaku pemerintah provinsi juga harus sinkron dengan pemerintah daerah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Agar selaras dan segera terealisasi kegiatan yang positif yang tengah dirancang oleh Kementerian KLHK.

“Ini masih direncanangkan apa saja yang dapat terealisasikan untuk mengurangi emisi karbon efek rumah kaca. Saya akan memprosesnya kurun waktu tiga (3) hari,” Sambung Adhy.

Hanif Faisol Nurofiq, selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menjelaskan tentang anggaran dari rancangan FOLU Net Sink 2030. Untuk tidak mengkhatirkan anggaran merupakan hal yang tidak diperlukan karena sudah tersedia dari pendanaah pemerintah dan sumber dari mitra-mitra. Terpenting adalah rancangan program jelas dan detail dari pihak pemerintah daerah prosesnya akan di setujui oleh Gubernur, setelah itu diajukan ke Kementerian.

“Untuk kebaikan global dan nasional dalam melakukan perbuatan baik saya kira anggaran nomer ke 2,” ungkap Hanif. (Al)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru