JAKARTA, Nawacita – Kecelakaan Bus Siswa SMK Subang Diduga Alami Perombakan Model, Kembali terulang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sangkutan wisata. Kali ini sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat akhir pekan lalu.
Bus pariwisata nahas tersebut pengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok dan parahnya, hasil penyelidikan awal menduga bus tersebut tidak layak jalan. Mengacu pada hasil pemeriksaan dokumen bus, masa berlaku uji KIR-nya sudah tak berlaku lagi.
Selain itu, bus tersebut juga diketahui sudah uzur. Sudah tua. Yang bikin heran lagi, bus tersebut juga diketahui mengalami perombakan. Selain tampilan bus yang mengalami operasi wajah dari wujud asal model Discovery bikinan Karoseri Laksana Ungaran, Jawa Tengah, bus tersebut kemudian diubah jadi model Jetbus 3 ala Karoseri Adi Putro, Malang, Jawa Timur.
Temuan lainnya, tinggi bus ini juga diubah dari tinggi standar menjadi model high deck alias HD atau dek tinggi. Ubahan-ubahan ini dilakukan di bengkel karoseri, agar bus tampil lebih kekinian namun belum diketahui dikerjakan di karoseri mana.
Kembali viral, dalam dunia karoseri, bus khususnya, memang dikenal dengan istilah Non HD, MD, HD, SHD dan sebagainya. Istilah tersebut bukan sekadar akronim, melainkan sebuah penjelasan teknis mengenai spesifikasi bus terkhusus pada bagian bodinya. Berikut penjelasannya.
Dilansir dari Tiberman, jenis pertama dan yang paling umum adalah bus tipe normal deck atau non-high deck (non HD). Jenis bus satu ini memiliki satu lantai dan tidak termasuk kategori high decker alias HD. Bus ini banyak digunakan pada tahun-tahun sebelum 2010.
Namun, sampai sekarang juga masih ada di jalanan Indonesia. Bus-bus yang sudah terlihat tua biasanya masih menggunakan tipe atau jenis non HD ini. Salah satunya adalah yang diduga merupakan basis bodi bus yang terlibat kecelakaan di Subang yang diubah menjadi bentuk HD.
Bus jenis ini memiliki tinggi yang sama antara tempat duduk supir dan penumpang. Selain itu, ciri khas yang bisa dikenali adalah terdapat gundukan mesin di samping kursi supir. Bentuk bus ini umumnya persegi panjang dengan tinggi berkisar 3 – 3,3 meter.
Bagasi dari bus non HD relatif sempit dan memang kebanyakan berfokus pada mengangkut penumpang saja. Jenis bus ini juga wajarnya menjalani rute trayek AKDP atau Antar Kota Dalam Provinsi saja. Tidak untuk jauh-jauh.
Kemudian jenis HD atau high decker tadi. Bus high decker merupakan jenis bus yang memiliki lantai yang lebih tinggi daripada Non HD. Trend bus ini mulai muncul pada tahun 2009 ketika New Marcopolo dari karoseri Adiputro, Trisakti Phoenix, dan Laksana Legacy diperkenalkan.
Hingga saat ini, bus ini tetap menjadi pilihan yang populer di kalangan pengguna bus. Pertumbuhan penggunaan Bus High Deck di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012.
Perbedaan antara Bus High Decker dan Non HD dapat dilihat dari tinggi bus yang berkisar antara 3400 hingga 3500 mm. Secara visual, memang sulit untuk membedakan keduanya dari luar.
Namun, perbedaannya dapat dilihat pada interior bus. Misalnya, tempat duduk pengemudi pada bus high deck lebih rendah dari pada tempat duduk penumpang, dan tidak ada tonjolan di samping pengemudi yang biasa disebut ‘kuburan mesin’.