Wednesday, February 11, 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng BPN Sertifikasi 1.100 Tanah Aset Pemkot Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng BPN Sertifikasi 1.100 Tanah Aset Pemkot Surabaya

SURABAYA, Nawacita – Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng BPN Sertifikasi 1.100 Tanah Aset, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya  menargetkan sebanyak 1.100 aset dapat dilakukan sertifikasi pada 2024, sehingga aset pemkot tersebut bisa langsung dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Kantor Pertanahan Surabaya I dan II Surabaya sudah berkomitmen untuk menuntaskan sertifikasi aset.

Hal ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir ini dan dia memastikan maksimal tahun depan. “Tapi dari awal kita harus menyiapkan, pemkot itu asetnya dimana saja dan kelengkapannya apa saja.

- Advertisement -

Nanti setelah itu BPN I dan BPN II akan bergerak cepat. Jadi, nanti yang belum-belum bersertifikat, kita siapkan datanya dan kita serahkan,” tegas Eri Cahyadi, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Percepat Penataan Wisata Kota Tua, dari Kawasan Kya-Kya hingga Ampel

Ia juga menjelaskan langkah-langkah percepatannya dalam pengurusan sertifikasi itu. Apalagi, sejak beberapa tahun terakhir ini BPN sangat membuka diri dan sudah menyampaikan kepada pemkot bahwa kalau ada surat pertanggungjawabannya dari Wali Kota Surabaya yang menerangkan bahwa tanah itu sudah dikuasai mulai tahun ini sampai sekarang, maka BPN memastikan siap untuk mengeluarkan sertifikatnya.

Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng BPN
Wali Kota Eri Cahyadi Gandeng BPN Sertifikasi 1.100 Tanah Aset Pemkot Surabaya.

“Jadi, memang ada aset-aset yang kalau tidak diambil kebijakan oleh Pak Kanwil dan Pak BPN, ya gak keluar-keluar sertifikasi aset tersebut, sehingga ada solusi-solusi yang dilakukan dan yang paling penting tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga sertifikasi ini juga bisa memberikan kepastian hukum, terlebih aset pemkot ini dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” kata dia.

Eri mencontohkan aset pemkot yang ada di Lakarsantri, Sememi dan juga Made. Di aset-aset tersebut, ia ingin membuat permainan supaya banyak warga yang bermain di tempat tersebut. Bahkan, aset pemkot yang ada di Made itu akan dibikinkan Kampung Deso.

“Nanti saya berikan lahannya dan warga yang mengelolanya. Jadi, yang menggerakkan di sana dan yang mengelola di sana nanti adalah warga, dan penghasilannya masuk ke warga sendiri,” ujarnya.

Aset Tanah di Kedinding

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru