Dinamika Politik Jelang Pendaftaran Pilpres Memanas, Said Abdullah: PDIP Tidak Kenal Jalur Kilat Jabatan Politik
SURABAYA, Nawacita – Dinamika Politik Jelang Pendaftaran Pilpres Memanas, Tiga hari lagi, pendaftaran kontestasi politik Pilpres 2024 akan segera dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sederet polemik yang kian pelik sudah menjadi dinamika politik yang lumrah.
Mulai dari antar koalisi yang saling berebut timses dan cawapres, hingga permohonan ke Mahkama Konstitusi (MK) untuk menurunkan batas usia minimal capres-cawapres, sebagaimana tertera pada UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 169.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah memberikan tanggapannya terkait situasi politik nasional terkini. Menurutnya, PDI Perjuangan tetap teguh pada pendirian menjaga keseluruhan norma konstitusi.
“Titik tekannya bukan sekedar pada letter lux aturan, apalagi utak-atik aturan, lebih dari itu. Perlunya soal kematangan dalam kepemimpinan. Sebab ada tanggung jawab, sekaligus resiko yang besar pada pundak pemimpin nasional,” ujar Said pada Senin, 16 Oktober 2023.
Baca Juga: Pj Gubernur Jateng Tekankan Kolaborasi dan Sinergi Semua Elemen untuk Sukseskan Pemilu
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menegaskan tidak ada jalan instan dan kilat bagi setiap kader PDIP dalam menugaskannya para jabatan-jabatan politik. “Semua dijalani dari bawah. Itulah jalan untuk menggembleng setiap kader mendapati pengalaman politik yang panjang,” ujarnya.

Said juga menuturkan jalan berliku dalam berpolitik itu juga ditempuh oleh elite PDI Perjuangan, seperti Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan juga Presiden Indonesia Joko Widodo.
Kendati demikian, PDI Perjuangan tetap menghormati jalan politik yang ditempuh kadernya. “Bila dalam perjalanannya ada satu dua kader yang memilih jalan sendiri karena tergiur kedudukan, atau hal lainnya, PDI Perjuangan menghormati jalan politik yang ditempuhnya, PDI Perjuangan tidak akan menghitung jasa,” katanya .
Bagi PDI Perjuangan, makna kebesaran adalah tumbuh bersama, menjalankan jiwa gotong royong, bahu membahu membesarkan partai. “Bukan membesarkan diri sendiri, sebab itu watak individualis yang berlawanan dengan ideologi dan ajaran partai,” tandas Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. (via)

