Peringati HUT Jawa Timur Ke-78, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Tanamkan Filosofi Kehidupan Jer Basuki Mawa Beya
Surabaya, Nawacita – Salah satu momen menarik disela Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Tahun Provinsi Jawa Timur adalah kehadiran sejumlah tokoh penting. Mulai dari mantan Gubernur Jatim 1998-2008 Imam Oetomo dan Gubernur 2009-2019 Soekarwo serta Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermanto.
Saat syukuran dan potong tumpeng, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tampak kompak dengan Irjen Pol Toni Hermanto yang bulan ini mengakhiri masa jabatannya di Polda Jatim. Hal ini selaras dengan filosofi kehidupan dari lambang bendera ‘Jer Basuki Mawa Beya’. “Jer Basuki Mawa Beya ini merupakan sebuah pepatah yang bermakna bahwa setiap keberhasilan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup berawal dari pengorbanan, kerja keras dan upaya yang diperjuangkan bersama untuk meraihnya,” tutur Khofifah pada Kamis, 12 Oktober 2023.
Ia menambahkan, bahwa pengorbanan dan perjuangan menjadi ritme untuk mencapai kesuksesan. “Demikianlah makna filosofis paling gamblang dari motto Provinsi Jawa Timur tercinta, Jer Basuki Mawa Beya. Itu misi yang ingin saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur pada HUT ke-78 kali ini,” tuturnya kepada awak media usai menghadiri upacara, Kamis, 12 Oktober 2023.
Pada perayaan HUT Jatim ke-78 ini, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk memanggil memori dari Motto Jer Basuki Mawa Beya. “Pengorbanan ini juga menjadi penguatan kepada pemuda di Jatim terutama mereka yang akan menjadi generasi emas Indonesia Emas 2045,” katanya.
Dengan menerapkan itu, Khofifah optimis dan yakin provinsi Jawa Timur akan terus bangkit, maju, dan melaju. “Kerja keras diiringi kerja cerdas, kerja partisipatoris, kerja berinisiatif, kerja berkolaborasi, dan kerja yang inovatif,” katanya.
Karenanya, Ketum PP Muslimat NU itu terus tekankan pentingnya membangun SDM yang tangguh. “Tantangan besar membutuhkan usaha yang keras, cerdas dan inovatif. Semua hanya bisa berjalan apabila kita memiliki pemuda-pemudi yang tangguh, sat-set wat wet, yang memiliki karakter dan kekuatan sebagai game changer,” ujarnya.
Dalam waktu yang sama, Gubernur Khofifah sampaikan ucapan terima kasih dan rasa cinta mendalam kepada masyarakat Jawa Timur. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam proses pembangunan di Jatim. Semangat dan optimisme panjenengan luar biasa dalam mendukung provinsi Jatim terus bangkit, maju, dan melaju,” ungkapnya.

Emas Penghargaan Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah juga memberikan penghormatan kepada sejumlah pejabat JAwa Timur. Ia menyematkan Tanda Kehormatan Pemprov Jatim, yakni Lencana Jer Basuki Mawa Beya Kategori Emas. Keenam lencana itu akan diberikan kepada Bupati Jember Hendy Siswanto, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari,
Kemudian, Kepala Perwakilan BPK Prov. Jatim Karyadi, Kepala Kanwil BPN Prov. Jatim Jonahar, Kepala Kanreg II BKN Surabaya Mohammad Ridwan, dan terakhir Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jatim Husnul Maram.
Turut hadir Mantan Gubernur Jawa Timur dua periode, Soekarwo. “Permasalahan nasional yang sangat besar dan sumbangan Jawa Timur penting untuk ketahanan pangan. Produktivitasnya harus naik. Dari lahan yang sama produktivitasnya naik. Serius pada ketahanan pangan,” tutur anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu saat ditemui awak media usai menghadiri upacara, Kamis, 12 Oktober 2023.
Selepas upacara, Gubernur Khofifah menggelar tasyakuran bersama perwakilan negara sahabat, jajaran kepala daerah Kabupaten/Kota di Jatim, dan jajaran OPD Pemprov Jatim. Pada acara tersebut, Gubernur Khofifah memotong tumpeng beserta kue sebagai rasa syukur atas Jawa Timur yang sudah mengginjak usia 78 tahun.
(via)

