Tuesday, February 10, 2026

Sanksi PDI-P Batal, Budiman Sudjatmiko dibela Megawati

Dukung Prabowo, Budiman dianggap sedang dansa politik

Jakarta, Nawacita – Hingga tanggal 22 Agustus 2023, PDI Perjuangan PDI-P belum memberikan sanksi tegas terhadap ulah Budiman Sudjatmiko. Beredar kabar Sanksi batal diberikan karena Budiman dibela Megawati Soekarnoputri sang ketua umum partai banteng moncong putih ini.

Padahal pelanggaran Budiman Sudjatimo yang juga anggota DPR RI dari PDI-P ini sudah sangat berat. Karena mendeklarasikan dukungannya kepada Calon Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan PDI Perjuangan sudah memiliki capres sendiri yaitu Ganjar Pranowo.

Batalnya sanksi ini terlihat dari penjelasan KEtua Umum Megawati Soekarnoputri pada acara temu kader di Kantor DPD PDIP DIY, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Kota Jogja, Selasa 22/8/2023. “Nih kalau mau ditulis sama wartawan seperti kasus nih, Pak Budiman Sudjatmiko,” kata Megawati mengawali pernyataannya yang disambut riuh para kader.

- Advertisement -

Megawati mengaku sempat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait situasi Pemilu ke depan. Megawati mengibaratkan situasi politik ke depan seperti berdansa, layaknya fenomena Budiman baru-baru ini. Ia mengatakan arti dari berdansa yakni simbol dukungan secara sendiri, berdua ataupun secara beramai-ramai. Ia mencontohkan dari dansa itu, pasangan pun bisa berganti-ganti.

“Gampang Pak itu simbol, berdansa itu bisa sendiri, bisa duaan, bisa ramai-ramai, terus bisa slow motion, gerakannya pelan seperti Waltz, terus ada rumba yang ngoprek-ngoprek ngobrong, ada rock and roll, nanti kalau udah ganti-ganti pasangan, yang itu ganti sono, yang ini ganti sini. Terus Beliau (Jokowi) sambil ketawa, ‘Oh saya paham’,” ujar Mega menceritakan kala menceritakan diskusinya dengan Jokowi.

Dari pesan Ketum itu, Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto yang sempat geregetan dengan ulah Budiman melunak. Sampai saat ini Budiman pun tak kunjung mendapat sanksi.

Penjelasan lain dilontarkan Kepala Sekretariat DPP PDIP Adi Dharmo. Ia mengatakan bahwa pengumuman pemberian sanksi itu urung dilaksanakan, karena PDIP fokus kepada hasil survei dari dua lembaga terkait elektabilitas bakal capres dari PDIP Ganjar Pranowoyang menunjukkan kenaikan.

“Kita akan fokus bahas itu dulu (hasil survei),” kata Adi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin, 21 Agustus 2023.

Adi mengatakan bahwa hasil survei Litbang Kompas dan Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan elektabilitas Ganjar terus naik adalah momentum penting. Menyikapi hasil survei itu, kata dia, DPP PDIP langsung menggelar konsolidasi internal.

“Ini penting sebagai momentum politik bagi pergerakan yang semakin masif untuk Ganjar Pranowo bersama parpol (partai politik) pengusung, pendukung, dan relawan,” ucap Adi.

Dalam survei Litbang Kompas terbaru, Senin, 21 Agustus 2023, Ganjar disebutkan unggul dari dua bakal capres lainnya, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, dalam simulasi terbuka, simulasi 10 nama, lima nama, hingga tiga nama.

Pada simulasi terbuka, elektabilitas Ganjar adalah 24,9 persen, Prabowo 24,6 persen, dan Anies 12,7 persen. Sementara itu, dalam simulasi 10 nama, Ganjar mendapatkan 29,6 persen, Prabowo 27,1 persen, dan Anies 15,2 persen.

Berikutnya, dalam simulasi lima nama, Ganjar memperoleh 31,8 persen, Prabowo 27,8 persen, dan Anies 15,6 persen; kemudian dalam simulasi tiga nama Ganjar mendapatkan elektabilitas 34,1 persen, Prabowo 31,3 persen, dan Anies 19,2 persen.

Sedangkan dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia, Jumat, 18 Agustus 2023, dukungan kepada Ganjar berhasil rebound. Elektabilitas Ganjar mencapai 35,2 persen, Prabowo 33,2 persen, dan Anies 23,9 persen.

Diancam Sanksi mundur atau dipecat

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya akan mengumumkan sanksi terhadap Budiman, Senin kemarin, 21 Agustus 2023. Sanksi itu bakal diberikan karena Budiman dianggap mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya mendukung Prabowo.

“Nanti, Pak Komarudin (Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP) akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai. Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsi-nya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan,” kata Hasto di Balikpapan, Ahad, 20 Agustus 2023.

Baca Juga : PDIP Putuskan Sanksi untuk Budiman Sudjatmiko Hari Ini

Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Budiman Tetap Setia PDI-P

Budiman Sudjamiko berkeras tidak akan mengundurkan diri dari PDIP. Dia menilai mengundurkan diri merupakan pilihan yang tidak memberikan kesempatan atas argumennya mendukung Prabowo.

“Enggak ya. Bagi saya kalau mundur itu seperti malah saya tidak mendapatkan penjelasan, tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang menjadi argumen saya,” kata dia, seperti dilansir dari Tempo, Senin, 21 Agustus 2023.

mantan aktivis 98 ini juga merespons pernyatan Ketum Megawati. Dia menyebut pernyataan ketua umumnya itu bijaksana.

Hal itu disampaikan dalam acara dialog di acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023). Budiman menjawab Helmy Yahya yang bertanya soal pernyataan Megawati.

“Oh (pernyataan) Ibu Mega tadi siang, ya Ibu Mega menanggapi secara soft, lembut dan bijak, biasa dalam dinamika politik orang menari berdansa, orang gonta-ganti pasangan biasa dalam politik,” tutur Budiman yang merasa dibela oleh Ketum Megawati.

“Waktu itu Bu Mega menjawab pertanyaan Pak Jokowi mengenai situasi di dalam politik, jadi apa yang saya lakukan di mata Bu Mega masih dianggap dalam batas kewajaran kalau boleh saya tafsirkan begitu. Dan saya harap kunjungan saya ke acara PSI pun masih tetap dalam batas kewajaran,” lanjutnya. bdo/tempo/detik

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru