Cara Mengatasi Kulit yang Terbakar Matahari
Jakarta, Nawacita | Saat ini cuaca panas ekstrem sedang melanda, simak bagaimana cara mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari.
“Apabila terjadi reaksi pada kulit yang terbakar matahari, perlu diperhatikan agar panas yang sudah masuk ke kulit tidak sampai menyebar lebih luas, yang utama bisa menggunakan air mengalir atau didinginkan pakai handuk,” kata dokter spesialis kulit dan kelamin I Gusti Nyoman Darmaputra saat dihubungi di Jakarta, Kamis (27/4/2023).
Darma mengatakan, reaksi awal yang muncul saat kulit terbakar matahari adalah muncul kemerahan. Apabila tidak segera ditangani, kulit dapat melepuh sehingga menyebabkan infeksi yang lebih parah.
“Jangan pakai es karena akan mengecilkan pembuluh darah, cukup meredam efek buruk dari panas, didinginkan, jangan sampai kulit lepuh karena akan berbekas,” ujar pemilik klinik spesialis kulit dan kecantikan DNI Skin Center ini.

Darma juga memaparkan pentingnya penggunaan pelembap (moisturizer) yang bersifat oklusif (melapisi) pada kulit yang terbakar. Kulit akan sembuh lebih baik dengan dilembapkan.
“Penggunaan moisturizer yang sifatnya oklusif itu lebih baik, artinya air yang masuk tidak mudah menguap lagi,” kata Darma.
Pelembap oklusif ini mencegah lapisan di atas permukaan kulit agar tidak kehilangan kandungan air (water loss) sehingga kulit tetap lembap. Darma menuturkan, moisturizer yang sifatnya oklusif ini bagus digunakan karena kandungannya berbasis minyak (oil based).
Darma menjelaskan ada dua tipe pelembap, yakni oklusif dan humektan. Pelembap humektan bersifat water based, sifatnya menarik air.
“Kalau pas kulit terbakar, sebaiknya oklusif, karena kalau menggunakan humektan, saat cuaca di luar kering, takutnya luka bisa semakin kering dan mengelupas,” tutur dia.
Darma menjelaskan apabila luka tidak membaik dan semakin parah, maka sebaiknya dibawa ke dokter. Sebab, ketika kulit yang melepuh pecah, itu bisa menimbulkan infeksi.
“Kalau cuma ringan merah biasa, cukup menggunakan pelembap, kalau tidak membaik, perlu diberikan obat steroid dari dokter yang tidak bisa dibeli sendiri,” ujarnya.
Darma juga menegaskan, penggunaan bahan-bahan perawatan wajah atau skincare juga perlu disesuaikan dengan jenis kulit. Untuk wajah berminyak, berjerawat, dan sedang tidak terbakar, maka pelembap tidak wajib karena penggunaan pelembap bisa menutup pori-pori.
Darma juga mengingatkan bahwa penggunaan skincare seperti retinol dan bahan-bahan AHA/BHA yang sifatnya eksfoliasi (mengangkat sel-sel kulit mati) harus lebih hati-hati di cuaca panas. Sebab, penggunaannya berisiko memunculkan iritasi akibat paparan matahari yang lebih kuat.
Baca Juga: Tips Mengatasi Pori-Pori Wajah Besar pada Wajah
“Intinya bagaimana agar menjaga kulit kita tetap seimbang, dan pahami jenis kulitnya,” katanya.
Untuk orang dengan kulit kering, wajib pakai pelembap atau basic skincare yang melembapkan. Bagi pemilik kulit kering, dengan kondisi cuaca panas seperti ini, penggunaan sabun dan toner tidak boleh terlalu sering, apalagi yang mengandung alkohol.
“Itu akan mengangkat minyak pada kulit kita, sehingga kulit akan menguap dan semakin kering,” katanya.
Untuk penggunaan serum, Darma menyarankan yang mengandung antioksidan. Itu dapat membantu mengurangi paparan radikal bebas.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan dinamika atmosfer yang tidak biasa menjadi salah satu penyebab Indonesia mengalami suhu panas dalam beberapa hari terakhir. Untuk itu, Darma menyampaikan pentingnya memperhatikan kesehatan kulit bagi masyarakat dengan menggunakan tabir surya dan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dan juga vitamin E. antr

