Monday, February 9, 2026

Warga Ubah Sungai Kotor Jadi Tempat Budidaya Ikan Tawar

Sungai Kotor di Mojokerto, diubah Menjadi Tempat Budidaya Ikan Tawar

Mojokerto, Nawacita – Sepanjang sungai Dusun Wates Lor, Desa Balongwono, Trowulan akan dijumpai puluhan keramba ikan di sungai sepanjang 330 meter mengalir dari selatan ke Utara. Sungai yang pada mulanya kotor itu berhasil disulap oleh warga menjadi tempat budidaya ikan.

Aliran sungai tersebut dimanfaatkan warga karena dengan tujuan selain sebagai upaya meminimalisir dampak negatif akibat pembuangan sampah sembarangan ke sungai juga untuk merubah sungai yang mulanya mengalami pendangkalan dan kotor, sekarang menjadi bersih.

Divisi Sosialisasi Kelompok Mina Karya Sejahtera
Mukhammad Ato’ Khajar Aswad menjelaskan, Saat ini sudah ada 23 keramba, terdiri dari 18 keramba milik warga perorangan, 5 milik desa.

- Advertisement -

Keramba di sungai ini terbuat dari jaring. Dengan masing – masing keramba mempunyai keragaman yang berbeda, mulai dengan ukuran lebar 2 meter, 5 meter ada pula yang 10 meter.

Di ujung selatan sungai di pasangi penyaring besi yang berguna untuk mencegah sampah dan binatang predator seperti ikan lele, biawak agar tidak masuk keramba.

“Kami juga menyediakan tempat lokasi mancing sendiri untuk warga yang berada di sebelah Utara sungai dekat penyaring serupa yang berada di selatan,” ucap Ato, Kamis (6/4/2023).

Menurutnya, banyak para pemancing di sekitar penyaring sampah atau penyekat keramba tersebut. “Biasanya para pemancing berharap banyak akan ada ikan yang keluar dari penyaring sehingga akan mudah untuk dipancing,” ujarnya.

Ato menerangkan, ikan yang dibudidayakan disini banyak macamnya, mulai dari ikan koi, patin, ikan nila merah dan nila lokal. Kelompok Mina Karya Sejahtera juga membudidayakan ikan nila di sepanjang aliran sungai yang sama, tapi di luar keramba. Nantinya, baik 5 keramba milik desa maupun kelompok akan dikelola BUMDes Bina Usaha Mandiri.

“Setiap pagi dan sore akan ada warga yang memberi ikan dikeramba, hal ini menjadikan fenomena bagi masyarakat sekitar akan merasa menyenangkan ketika melihat ribuan ikan berebut makanan,” katanya.

Sistem budidaya ikan sungai ini, menurutnya akan lebih cepat besar pertumbuhannya karena nutrisi yang di peroleh ikan akan jauh lebih banyak, bukan hanya itu keuntungan lain juga airnya yang terus mengalir membuat ikan akan terus bergerak secara aktif.

Gerakan budi daya ikan air tawar di sungai mulai November 2022 yang dilakukan oleh Kelompok Mina Karya Sejahtera yang saat ini beranggotakan 22 warga Desa Desa Balongwono.

Ato Divisi sosialisasi Kelompok Mina Karya Sejahtera saat sedang memberi makan ikan. Foto : Fio Atmaja

Selain kolam keramba di sungai, budidaya ikan air tawar di Desa Balongwono juga menggunakan kolam bundar yang terletak di sawah. Kolam bundar yang berada di sawah tersebut mempunyai 17 kolam terpal dengan masing-masing berdiameter 3 meter, sedangkan tingginya 1,2 meter.

“Dalam kolam tersebut sedikitnya ada 1.000 ikan tombro, 1.000 koi dan 2.500 ikan nila merah yang saat ini umurnya baru satu Minggu hingga satu bulan,” imbuhnya.

Ikan yang ada di kolam bundar nantinya akan dipindahkan ke sungai Dusun Wates Lor setelah ukurannya melebihi satu jari orang dewasa. Pihaknya juga tengah mengembangkan budidaya ikan koi di persawahan yang letaknya di Utara rel kereta api.

Penulis : Fio Atmaja

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru