Saturday, February 14, 2026

Wagisan dan Kelompok Kepuh Wonosalam Jaga Kelestarian Mata Air Indonesia

Wagisan dan Kelompok Kepuh Wonosalam Jaga Kelestarian Mata Air Indonesia

Jombang, Nawacita – Alam, segala sesuatu yang ada di luar makhluk hidup, termasuk planet bumi, matahari, dan udara. Alam dapat digunakan untuk keperluan apapun. Sebut saja bahan bangunan seperti kayu, plastik atau semen. Sangat menyenangkan sekali menikmati keindahan alam dengan melihat langit biru yang cerah dan sejuknya angin pagi serta bunyi suara burung menambanh kenyamanan dan kesenangan dalam hidup.

kelestarian alam dipandang sebagai suatu keharusan

Kolonialisme, imperialisme, dan kapitalisme serta berbagai bentuk tuntutan globalisasi telah menimbulkan beberapa masalah akut yang tidak bisa dilepaskan dari kepentingan asing. Misalnya, pengaruh sosial ekonomi liberalisasi trade and investment yang memaksakan kondisi ekonomi pasar bebas global dengan mengabaikan kelestarian alam. Semua ini telah mengakibatkan permasalahan-permasalahan tersebut seperti adanya tekanan fiskal dan pertumbuhan ekonomi segar tanpa dampak dalam bentuk sumber daya manusia dan alam semesta.

- Advertisement -

Jaga Kelestarian Hutan Demi Selamatkan Sumber Mata Air

Kelompok Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air (KEPUH) dan KTH Kepuh hadir dengan upaya yang telah dilakukan kelompok Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air untuk membantu masyarakat yang berada di Dusun Mendiro, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang terutama dalam memecahkan masalah hutan gundul dan kekeringan sumber  mata  air disana.

Meraih Juara 1 Tingkat Nasional Lomba Wana Lestari kategori Kelompok Tani Hutan (KTH). Foto : Kelompok Kepuh dan KTH Kepuh
Meraih Juara 1 Tingkat Nasional Lomba Wana Lestari kategori Kelompok Tani Hutan (KTH). Foto : Kelompok Kepuh dan KTH Kepuh

Tujuan dari dibentuknya kelompok ini adalah untuk menjaga kelestarian alam yang ada disekitar Dusun Mendiro khususnya di wilayah hutan agar kejadian penebangan hutan secara liar tidak terjadi lagi. Hal ini juga telah diungkapkan oleh Wagisan selaku ketua Kelompok Kepuh dan KTH Kepuh, “pada tahun 1998, hutan di Dusun Mendiro mengalami  kerusakan salah satunya hutan gundul yang diakibatkan oleh penjarahan,” ujar Wagisan, Minggu (19/3/2023).

Ketidak pedulian masyarakat sekitar dapat membuat hutan tersebut rusak atau tidak berfungsi. Pernah terjadi pemanfaatan hutan secara berlebihan disana, hutan yang harusnya rimbun, menjadi gundul disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Program yang di tawarkan Kelompok Kepuh dan KTH Kepuh meliputi, Monitoring sumber mata air, Desa ekowisata, Reboisasi dan penghutanan.

Kelompok pelindung hutan dan mata air (Kepuh) serta KTH Kepuh mendapat banyak penghargaan atas keberhasilanya

Kerja sama dan semangat yang kuat banyak membuahkan hasil yang positif bagi Kelompok Kepuh dan KTH Kepuh. mereka telah melakukan penanaman hingga 20.000 pohon yang telah ditanam dengan luas 70 Ha serta pulihnya 5 sumber mata air. Kelompok ini juga pernah diliput oleh program televisi swasta yaitu Kick Andy, setelah diliput kelompok tersebut mendapat bantuan dana sebesar 100 juta rupiah.

Baca Juga: Potret Lingkungan Karanglo di Kota Mojokerto disulap Jadi Kampung Lele

kelompok ini juga mendapatkan piala Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Timur karena telah memelopori penghutanan di hutan Mbeji Dusun Mendiro. Banyak prestasi yang di dapat kelompok Kepuh dan KTH Kepuh dalam upaya menjaga kelestarian alam, selain kelompok Kepuh, KTH Kepuh Juga berhasil  mendapat beberapa pengahargaan besar antara lain :

1. meraih Juara 1 Tingkat Nasional Lomba Wana Lestari kategori Kelompok Tani Hutan (KTH).

2. Juara III Lomba Duta Hari Air se Dunia 2019 di wilayah Sungai Brantas dalam rangka memperingati hari air sedunia tahun 2019

3. Penerima Penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan dalam rangka hari Lingkungan se-Dunia.

Alam adalah rumah kita bersama. Alam adalah sumber daya yang sangat berharga untuk diperlengkapi dengan baik, dan tidak boleh dibiarkan terbelenggu oleh tanggung jawab pemiliknya sendiri.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru