Tuesday, February 10, 2026

Bacaan Dzikir Ya Razzaq atau Ar Razzaq, Amalan Pembuka Rezeki serta Penjelasannya

Bacaan Dzikir Ya Razzaq atau Ar Razzaq, Hajat Cepat Terkabul serta Dalil-dalilnya

JAKARTA, Nawacita – Bacaan Dzikir Ya Razzaq atau Ar Razzaq, Ar Razzaq artinya Allah Maha Pemberi Rezeki. Sebagai salah satu nama yang termaktub dalam Asmaul Husna, Ar Razzaq menunjukkan satu kesempurnaan sifatNya dalam memberi kemurahan bagi makhluk ciptaanNya.

“Rezeki adalah segala sesuatu yang diberikan Allah agar makhlukNya bisa hidup. Tidak ada satupun makhluk yang tidak diberikan rezeki oleh Allah,” tulis Cerita & Makna Asmaul Husna Untuk Anak oleh Siti Wahyuni dan Arini Nurpadilah.

Nama Ar Razzaq dalam Asmaul Husna juga dapat dimaknai sebagai keadilan Allah SWT. Sebab, antara satu makhluk dengan makhluk lainnya sudah memiliki ketetapan rezeki masing-masing dariNya.

- Advertisement -

Adapun sejumlah bukti ayat Al Quran mengenai Ar Razzaq yang dimiliki oleh Allah SWT dapat disimak pada surat Adz Dzariyat ayat 58,

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Artinya: “Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.”

Namun, makna Allah Maha Pemberi Rezeki juga tidak hanya disebut dengan Ar Razzaq dalam Al Quran. Tetapi, Allah SWT juga menyebutnya dengan Ar Raziq yang keduanya sama-sama termasuk dalam Asmaul Husna.

Berikut dalil yang menyebut sifat Maha Pemberi Rezeki milik Allah SWT dengan Ar Raziq dalam surat Al Jumuah ayat 11,

وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya: “Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.”

Selain itu disebut pula dalam surat Al Hajj ayat 58 yang berbunyi,

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.”

Menurut Rizem Aizid dalam buku Bismillah Kami Menikah, baik Ar Razaq maupun Ar Raziq memiliki arti yang sama yakni Allah Maha Pemberi Rezeki. Perbedaan keduanya lebih merujuk pada penggunaan konteks pembicaraannya.

Bacaan Dzikir Ya Razzaq
Bacaan Dzikir Ya Razzaq atau Ar Razzaq, Hajat Cepat Terkabul serta Dalil-dalilnya.

Ar Raziq digunakan untuk menyebut Allah SWT sebagai satu-satunya sumber pemberi rezeki. Sementara Ar Razaq merujuk pada kuantitasnya dengan arti Allah SWT sebagai pemberi rezeki memberikan rezeki dalam jumlah yang banyak.

Baca Juga: Bacaan Dzikir Istighfar Astaghfirullah, Pengertian serta Keutamaannya

Untuk itu, dalam ajaran Islam mengelompokkan dua jenis rezeki yang diberikan oleh Allah SWT sebagai Ar Razzaq. Penjelasan selengkapnya dapat disimak dari rangkuman Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XII karya H. Aminudin dan Harjan Syuhada berikut.

1. Rezeki umum

Rezeki ini meliputi segala sesuatu yang dibutuhkan makhluk Allah untuk keberlangsungan hidup mereka. Baik berupa makanan, harta, rumah, kendaraan, pekerjaan, kesehatan, maupun yang lainnya.

2. Rezeki khusus

Rezeki khusus artinya rezeki yang dapat memberikan manfaat secara terus menerus baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, rezeki ini dikhususkan bagi orang-orang yang beriman.

Dengan diperolehnya rezeki khusus, seorang mukmin akan qanaah (rela menerima dan puas) dengan rezeki yang ia dapatkan. Seorang mukmin akan merasa bahwa kebutuhannya telah tercukupi meskipun rezeki yang ia terima hanya sedikit kuantitasnya.

Kedua bentuk rezeki ini hanya dapat diperoleh oleh sang Ar Razzaq yang artinya Maha Pemberi Rezeki. Oleh karena itu, setiap umat muslim hendaknya hanya memohon rezeki kepada Allah SWT.

Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa rezeki Allah sangatlah banyak jumlahnya dan tidak ada satupun dari makhluk kecuali pasti mendapatkan rezeki dari-Nya

Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa karena اَلرَّزَّاقُ (Yang Banyak Memberi rezeki) merupakan bentuk mubalaghah (penyangatan) dari kata اَلرَّازِقُ  (Pemberi rezeki), maka ini menunjukkan banyaknya rezeki dan banyaknya makhluk yang mendapatkan rezeki tersebut.

Baca Juga: Bacaan Dzikir Ya Latif, Pengertian serta Keutamaannya

Bahkan setiap makhluk yang berjalan di muka bumi diberi rezeki, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).

Allah menjelaskan di dalam Ayat ini bahwa Allah memberi rezeki kepada seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini. Siapakah di antara kita yang mampu menghitung jumlah seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini? Jumlah seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini sangatlah banyak, maka ini menunjukkan jumlah rezeki Allah yang diberikan kepada mereka juga sangatlah banyak.

Jangankan kita menghitung rezeki Allah yang didapatkan oleh seluruh makhluk yang berjalan di muka bumi ini, menghitung rezeki yang didapatkan oleh salah satu saja dari mereka, kita pun tidak sanggup menghitungnya. Allah berfirman,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (An-Nahl:18).

Oleh karena itu pantas, di antara nama Allah adalah اَلرَّزَّاقُ Yang Banyak Memberi rezeqi). Allah memberi rezeki kepada seluruh makhluk, baik manusia, jin maupun binatang, begitu pula orang yang bertakwa maupun yang suka bermaksiat, orang yang beriman maupun yang kafir, semuanya pasti mendapatkan rezeki dari Allah. Seandainya dikatakan bahwa ada di antara makhuk yang tidak mendapatkan rezeki dari Allah, tentulah hal ini mengharuskan adanya pemberi rezeki di alam semesta ini selain Allah, dan ini suatu hal yang batil.

Orang-orang musyrikpun mengakui bahwa rezeki itu dari Allah, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Katakanlah (Hai Nabi Muhammad kepada orang-orang musyrik): “Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan” Maka mereka menjawab:”Allah”. Maka katakanlah:”Mengapa kalian tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (Yunus:31).

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang binatang yang tidak dapat memperoleh atau membawa rezekinya sendiri,

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (memperoleh) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Al-‘Ankabuut: 60).

Allah menyebutkan bahwa Allah-lah yang memberi rezeki manusia yang berada di daratan maupun di lautan,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (Al-Israa`: 70).

musdtknws.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru