Tuesday, February 10, 2026

Permainan Tradisional di Indonesia Era 90an yang Bikin Nostalgia Masa Kecil, Berikut Daftarnya

Deretan Permainan Tradisional di Indonesia Era 90an yang Bikin Nostalgia Masa Kecil

JAKARTA, Nawacita – Permainan Tradisional di Indonesia Era 90an yang Bikin Nostalgia Masa Kecil, Ada banyak sekali permainan tradisional, karena anak-anak zaman dahulu lebih menyukai permainan dengan bantuan alat-alat tradisional dan saat ini sangat sedikit anak-anak yang masih memainkan permainan di bawah ini. Sebagian besar dari anak-anak zaman ini sudah mengenal permainan elektronik yang anak-anak terlalu egois dan individu. Lalu ada apa saja macam macam permainan tradisional di Indonesia?

Berikut ini beberapa jenis permainan tradisional yang ada di Indonesia.

1. Permainan Tradisional Hompimpa Alaium Gambreng

Hompimpa alaium gambreng adalah permainan yang dahulu sering sekali dimainkan oleh anak-anak. Permainan tradisional berasal dari bahasa Sangsekerta yang memiliki arti “Dari Tuhan Kembali ke Tuhan, Mari Kita Bermain”. Asal Hompimpa alaium gambreng adalah dari Jawa Tengah.

- Advertisement -

Sebelum memulai permainan biasanya anak-anak melakukan permainan ini untuk memilih siapa yang akan menjadi pemain pertama. Caranya mudah, anak-anak hanya perlu menunjukkan telapak tangan depan atau belakang dan siapa yang jumlahnya paling sedikit di antara mayoritas, maka ialah yang kalah dan harus mengawali permainan.

2. Permainan Tradisional Batu, Kertas, Gunting

Permainan tangan ini tidak memerlukan segala jenis alat peraga dan dapat dimainkan di mana saja, di dalam atau di luar ruangan. Batu, kertas, gunting melibatkan dua pemain sekaligus. Para pemain secara bersamaan membentuk salah satu dari tiga bentuk (batu, kertas atau gunting) dan pemenangnya diputuskan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Aturannya adalah gunting batu menghancurkan kertas, gunting memotong kertas, kertas menutupi batu dan gunting kalah dengan batu. Tentu saja, ada juga kemungkinan seri jika kedua pemain membentuk bentuk yang sama. Asal permainan ini adalah dari daerah Jawa Barat.

3. Permainan Tradisional Gasing.

Permainan gasing hampir diterima di seluruh wilayah di Indonesia. Permainan tradisional ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berumur 7-17 tahun, bisa dilakukan oleh individu dan tim. Bahan dari Gasing adalah kayu yang kemudian dibentuk sedemikian rupa yang bagian tajam berada di bawah.

Game ini sangat kompetitif, mengadu keterampilan anak-anak dalam memutar gasingnya. Nah, gasing siapa yang masih berputar paling akhir di antara gasing lainnya, maka ialah pemenang dari permainan ini. Gasing adalah permainan yang berasal dari Jawa Tengah.

4. Permainan Tradisional Congklak.

Congklak adalah sejenis permainan papan tradisional Indonesia. Papan terbuat dari kayu, dan biasanya diberi 10 hingga 18 lubang di atasnya, dengan dua lubang, satu di setiap ujungnya. Desainnya bervariasi, mulai dari kayu sederhana tanpa hiasan, hingga papan berbentuk perahu dan berukir indah.

Dibutuhkan dua pemain untuk bermain congklak, masing-masing membawa sekitar 40 cangkang kecil atau mengumpulkan batu kecil. Setiap pemain akan menempatkan 7 cangkang di setiap lubang di sisinya dan satu lubang besar di ujung papan congklak.

Pemain yang masuk pertama akan mengambil semua kerang dari lubang di sisinya, bergerak searah jarum jam di sekitar papan dan menjatuhkan satu kerang ke dalam setiap lubang untuk mengisi ujung lubang papan. Pemain dengan kerang terbanyak di lubang utama memenangkan permainan. Asal permainan ini adalah dari Jawa Barat.

5. Permainan Tradisional Egrang.

Egrang atau egrang pasti tidak asing bagi banyak orang. Egrang adalah pijakan yang melekat pada tiang untuk memungkinkan anak-anak berjalan nyaman dan bergerak. Permainan tradisional ini biasanya tampil selama acara yang diadakan secara nasional untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus.

Anak-anak akan berlomba menggunakan egrang mereka dari titik awal ke garis finish. Kadang-kadang, hambatan ditambahkan ke perlombaan, mengharuskan anak-anak untuk melompati hambatan yang berbentuk batu atau benda apapun yang bisa menghalangi egrang mereka.

Permainan tradisional ini sangat bagus karena mengajarkan anak-anak untuk kerja keras, ketekunan, dan sportif. Namun sangat disayangkan bahwa saat ini egrang adalah permata langka untuk ditemukan hari ini karena banyak anak-anak yang sudah beralih ke permainan yang lebih modern. Asal permainan ini adalah dari Jawa Tengah.

6. Permainan Loncat Tali atau Lompat Tali.

Indonesia banyak sekali masyarakat yang masih memiliki budaya Melayu dan permainan tradisional satu ini dinamakan lompat tali bebas yang berasal dari daerah Melayu atau Sumatera sana. Inti dari permainan ini adalah untuk melompati karet yang disambung menjadi sebuah tali. Pemain diwajibkan untuk melompati karet yang dirangkai dan di akhir lompatan diminta untuk mengucapkan kata “bebas”.

Penamaan game ini terkait dengan perilaku atau tindakan yang dilakukan pemain itu sendiri, terutama pada lompatan terakhir. Dalam lompatan ini (yang terakhir), tali yang direntangkan oleh tangan si pembawa tali akan terangkat tinggi ke udara hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika ia mengucapkan kata “Bebas! Merdeka”.

7. Permainan Tradisional Kelereng.

Kelereng atau gundu adalah permainan dari Jawa Barat yang dahulu sering sekali dilakukan oleh anak-anak. Cara permainannya juga cukup mudah. Permainan ini setidaknya minimal melibatkan dua pemain dan cara bermainnya adalah pemain menyusun beberapa kelereng di sebuah ring kecil.

Jika pemain berhasil mengetuk salah satu kelereng lawannya dari ring, ia dapat melanjutkan gilirannya dan mencoba untuk menyerang lawan lainnya.. Jika dia berhasil memukul lawan-lawannya, maka ia bisa berhak mengambil kelereng dan lawannya tidak bisa lagi bermain di putaran saat ini.

Permainan Tradisional di Indonesia
Deretan Permainan Tradisional di Indonesia Era 90an yang Bikin Nostalgia Masa Kecil.

8. Permainan Tradisional Bekel.

Permainan bekel berasal dari permainan Belanda yang dikembangkan di Jawa dan bernama “bikkelen” menggunakan tembaga “bikkels”. Permainan ini menggunakan tembaga bekel dan bola khusus bekel dan pemain harus berusaha membalik semua biji bekel menghadap ke atas. Diperbolehkan untuk mengambil lebih dari satu kelompok nomor yang ditentukan saat bola dilemparkan ke udara.

Sebagai contoh jika pemain mengambil dua tembaga bekel saat bola dilemparkan ke udara, ia dapat meraih tiga kelompok dua bekel. Jika pemain memindahkan salah satu biji bekel yang dia tidak coba ambil, atau jika dia menjatuhkan biji bekel di tangannya, dia kehilangan gilirannya dan harus menunggu ke pemain berikutnya. Pemain yang menyelesaikan set terbanyak tanpa membuat kesalahan dianggap sebagai pemenang dari permainan.

9. Permainan Tradisional Kuda Lumping.

Replika kecil dari lumping kuda besar yang digunakan dalam tarian di Jawa biasa dibuat sebagai permainan anak. Replika kuda lumping bisa dibuat dari i anyaman tikar bambu dan dicat dengan pola warna mencolok. Manik-manik, dan bahan-bahan lainnya juga dapat ditambahkan untuk memberikan penampilan yang penuh warna pada kuda lumping.

Ketika diberikan kepada seorang anak, pikiran imajinatif mereka adalah satu-satunya batas untuk memainkan drama kuda lumping! Meskipun dimaksudkan sebagai mainan, banyak dari kuda-kuda yang menyenangkan ini berakhir untuk diberikan sebagai oleh-oleh dari perjalanan seorang wisatawan mancanegara yang datang. Replika kuda lumping yang lebih dan berwarna dapat digunakan sebagai dekorasi yang menarik.

Baca Juga: Berikut Deretan Dinosaurus Terbesar yang Pernah Hidup di Bumi

10. Permainan Tradisional Layang-layang.

Layang-layang adalah hobi yang sangat populer untuk anak-anak Indonesia. Permainan tradisional layang layang berasal dari Bali. Ada dua jenis layang-layang yang berbeda: yang pertama adalah hanya digunakan untuk terbang yang memiliki ekor untuk menyeimbangkan layang-layang dan yang akan digunakan untuk pertarungan satu lawan satu, hiburan favorit di antara selebaran layang-layang.

Layang-layang yang kedua adalah yang tidak memiliki ekor di belakangnya. Tujuan permainan ini adalah untuk mencoba dan memotong layang-layang lawan. Cara tali melekat pada layang-layang menentukan kontrol yang dimiliki selebaran di atas layang layangnya. Jika kedua tali pegang terpasang terpisah jauh ke bingkai layang-layang, ini akan membuatnya lebih berat untuk dipegang ketika sedang terbang.

11. Menendang Bulu atau Sepak Bulu Ayam.

Sepak Bulu Ayam adalah permainan yang melibatkan pemain untuk menendang ‘bola’ lembut yang terbuat dari bulu ayam. Tujuan dari permainan sepak bulu adalah untuk menguji keterampilan pemain dalam mengendalikan dan menyeimbangkan ‘bola’ selama mungkin sehingga tidak akan jatuh ke tanah.

Permainan tradisional Kalimantan Tengah ini melibatkan 2 pemain atau lebih, biasanya anak laki-laki berusia antara 10-17 tahun. Permainan ini biasa dimainkan di tempat terbuka, satu-satunya barang yang diperlukan untuk permainan ini adalah ‘bola’ lembut yang terbuat dari 14 bulu ayam yang diikat di tengah kertas tebal atau lembaran karet.

12. Petak Umpet.

Petak umpet adalah permainan dari Betawi yang dikenal luas dan dapat dengan mudah dimainkan oleh sekelompok anak. Aturannya sederhana: seorang anak yang kalah harus menutup mata mereka dan menghitung ke angka yang telah ditentukan, sementara pemain lain bersembunyi. Ketika penghitungan selesai, anak itu harus pergi mencari anak-anak lain.

Pemain yang ditemukan pertama akan menjadi pencari berikutnya dan pemain yang ditemukan terakhir adalah pemenang. Dalam versi lain dari permainan petak umpet, para pemain yang bersembunyi juga dapat berlari ke tempat yang disebut “home base” dan mereka aman dari para pencari begitu mereka menyentuh dinding atau objek yang telah ditentukan di dalam base.

13. Engklek.

Engklek adalah permainan dari Jawa Tengah. Untuk memainkan permainan engklek ini, anak-anak membutuhkan sepotong kapur, batu, dan trotoar untuk menggambar papan engklek. Kotak papan harus diberi nomor dari satu hingga sembilan. Pemain diminta untuk bergiliran bermain game. Setiap pemain mulai dengan melemparkan batu di kotak pertama papan, hingga akhir, kemudian dia berbalik dan kembali.

Saat mencapai kotak kedua, pemain mengambil batu di kotak pertama menyeimbangkan dengan satu kaki. Permainan dilanjutkan dengan melempar batu di kotak kedua, ketiga dan seterusnya. Jika Anda melewatkan lemparan, giliran Anda berakhir. Permainan juga bisa dimainkan di dalam dengan papan kain dan objek pengganti untuk batu. Ada juga beberapa variasi engklek dengan hanya 6-7 kotak atau dengan 10 kotak.

Baca Juga: Daftar Kata-kata Bijak dari Anime, Motivasi Agar Tetap Semangat

14. Tarik Tambang.

Tarik tambang adalah permainan dari Betawi, Jakarta yang dimainkan di luar ruangan, permainan ini pada dasarnya terdiri dari dua tim anak-anak yang menarik ujung tali yang besar dan yang menahannya. Garis kemudian ditandai di tanah antara kedua tim. Bagian yang berhasil menyeret tim lawan melewati garis ini akan menang.

Permainan tradisional tarik tambang yang menguji kekuatan anak-anak sehingga game ini juga dikenal sebagai “perang tarik-menarik”, “perang tarik-menarik”, “perang tali”, “tarik tali”. Permainan tali tambang sendiri juga berubah menjadi olahraga dengan pemain dewasa yang bersaing satu sama lain di berbagai lomba kemerdekaan Indonesia. Bahkan permainan ini juga ada Olimpiadenya yang dinamakan Tug of War International Federation.

15. Boi-boian.

Boi-boian adalah permainan tradisional dari Sunda yang cukup mudah dilakukan karena pemain hanya perlu mengumpulkan beberapa batu atau lempengan lainnya kemudian disusun. Setelah disusun, maka dibagi menjadi dua tim.

Tim pertama adalah yang menjaga dan yang kedua adalah yang melempar bola kecil. Cara mainnya adalah ketika pemain melemparkan bola dan susunan batu itu roboh, maka tim penjaga pemenangnya.

16. Mobil-mobilan dari Kulit Jeruk.

Siapa yang masih ingat bahwa zaman dahulunya pernah dibuatkan mobil-mobilan dari bahan kulit jeruk? Kalau zaman sekarang ingin mainan mobil tinggal minta dibelikan di toko-toko mainan, maka lain halnya dengan anak zaman dahulu.

Kulit jeruk bisa diubah menjadi sebuah mainan dan anak-anak sangat menyukai permainan tradisional satu ini. Oh ya, jeruk yang disarankan untuk membuat mobil adalah jeruk Bali ya! Sesuai dengan bahan utamanya, permainan mobil mobilan dari kulit jeruk berasal dari Bali.

17. Permainan Masak Masakan Tradisional.

Anak perempuan masa kecilnya pasti pernah melakukan permainan jenis ini. Alat yang dahulu sering digunakan untuk bermain masak-masakan umumnya terbuat dari tanah liat dan alat ini bisa dibeli di pasar-pasar tradisional.

Bahan-bahan yang biasa diolah saat itu adalah tumbuhan. Permainan dari Jawa Tengah ini sangat hits di masanya dan mungkin sampai saat ini juga masih sering dilakukan oleh anak perempuan.

18. Cublak-cublak Suweng.

Cublak-cublak Suweng adalah sebuah permainan dari Jawa Timur yang pernah populer pada masanya. Permainan Cublak-cublak Suweng sangat sederhana dilakukan. Permainan yang berasal dari Jawa Tengah ini setidaknya membutuhkan minimal 3 pemain.

Satu pemain harus berjongkok di tanah dengan posisi menundukkan kepalanya dan punggungnya digunakan oleh pemain lain untuk bermain menyembunyikan batu sambil bernyanyi. Apabila nyanyian selesai, maka pemain yang berjongkok tadi harus menebak di tangan siapa batu berada.

19. ABC 5 Dasar.

Permainan dari Jawa Tengah ini melibatkan jari-jari tangan dan permainan ini bisa dilakukan minimal tiga orang. Caranya mudah, 3 pemain harus menyerahkan jari-jarinya terserah, bisa menunjukkan 3, 4 atau 7 jari.

Semua jari kemudian dihitung dan dijumlah apabila jumlah jari yang ditampilkan ada 10 jari, maka angka 10 jari tersebut menunjukkan huruf abjad ke-10 yakni J. Pemain harus menyebutkan buah yang berawalan dari huruf J atau bisa juga artis yang berawalan dengan huruf J.

20. Balap Karung.

Permainan dari Betawi satu ini sering sekali dilakukan saat merayakan kemerdekaan. Permainannya sangat mudah di mana anak-anak harus menggunakan karung dan ia harus melompat dari garis start hingga finish menggunakan karung. Apabila sang pemain jatuh maka ia harus memulainya dari garis awal begitu. Siapa yang paling cepat sampai di garis finish maka dialah pemenangnya.

Di antara semua permainan tradisional dari 34 provinsi di Indonesia yang telah dijelaskan, permainan manakah yang paling mengenang menurut Anda?

perpusnws.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru