Saturday, February 14, 2026

Mendag: Bukan Mafia, Krisis Minyak Goreng Disebabkan Karena Salah Antisipasi

Jakarta, Nawacita | Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim, tidak ada peran mafia dalam distribusi, ketersediaan, dan pengendalian harga minyak goreng yang selama beberapa bulan terakhir.

Di hadapan wartawan, Zulkifli menegaskan, persoalan minyak goreng lebih diakibatkan kekeliruan mengantisipasi lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) di dunia.

“Enggak, saya kira bukan soal mafia tidak mafia. Ini kan ada kenaikan harga booming. Teman-teman punya CPO langsung jual cepat, nah ada keterlambatan kita mengantisipasi,” kata Mendag.

- Advertisement -

Baca Juga: Mendag Zulhas Bertemu Mentan SYL, Bahas Pangan Sampai Perlindungan Petani

Ia mengatakan, kenaikan harga minyak sawit dunia tersebut seharusnya bisa menjadi berkah, tapi justru menimbulkan masalah di dalam negeri.

“Harga bagus kan berkah sebetulnya. Ini harga bagus bukan berkah, jadi masalah. Nah ini yang harus kita urai di mana. Saya sudah tahu, sudah kita perbaiki, sudah ada jalan keluarnya. Sebulan dua bulan beres insya Allah,” katanya.

ilustrasi minyak goreng

Mendag menjelaskan, salah satu solusi yang disiapkannya adalah memperbaiki tiga jalur distribusi yang akan memasok minyak goreng curah ke lebih dari 10.000 titik penjualan satu harga Rp14.000 per liter bagi masyarakat.

Selain itu ditempuh pula upaya pembuatan kemasan sederhana untuk minyak goreng curah agar memudahkan proses distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

Saat ditanyai apakah menurutnya tidak ada mafia minyak goreng, Mendag mengatakan “Ya perdagangan itu biasa. Ada yang bagian untung lebih bagian yang kayak, ya biasa itu.” sra

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru