Wednesday, February 11, 2026

Mengukur Kinerja Menkes Budi Gunadi dalam Penanganan Covid-19 di Indonesia 

Nawacita | Opini – Tepat pada Tanggal 23 Desember 2020 Budi Gunadi Sadikin resmi dilantik oleh Bapak Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024.

Dilantik di tengah Pandemi adalah suatu hal yang menarik karena tugas pertama yang dilakukan Menkes yaitu bagaimana mengendalikan Pandemi Covid-19. Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 dalam penanganannya dilakukan secara inklusif artinya keberagaman kegiatan yang akan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat indonesia supaya seluruh warga negara dapat kembali menghembuskan nafas bahagia tanpa adanya berita kematian tentang pandemi, yang diinginkan semua warga negara adalah kehidupan normal seperti biasanya.

Pria Kelahiran Bogor, 6 Mei 1964, berperan langsung di masa awal Covid-19 dengan membuka jaringan internasional serta mengarahkan sumber daya dalam negeri dalam rangka pengadaan 20 alat PCR test dengan kapasitas lebih dari 10.000 test/hari atau sekitar 28 persen dari kapasitas nasional, kemudian menjalankan kegiatan Vaksinasi Covid-19 dengan membuat sistem pelaksanaan pemberian vaksinasi, dan obat (tereupatic) Covid-19.Selanjutnya secara aktif Menkes mengawasi dan mengkoordinasikan 70 Rumah Sakit BUMN dalam penanganan Covid-19 dengan meningkatkan kapasitas sarana tempat tidur RS BUMN berjumlah lebih dari 6.500.

- Advertisement -

Kendati sebelum menjabat sebagai Menkes, Bagus Gunadi Sadikin menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, setelah itu menjadi DIrektur Utama PT Asahan Aluminium, dan terakhir sebagai Wakil Menteri BUMN dan sekarang diamanahkan sebagai pemimpin Kementerian Kesehatan.

Dalam menangani Covid-19 Menkes melakukan strategi dengan melakukan Tracing dimana menggunakan metode yang dimulai dari PCR dan rapid test antigen, kemudian ada vaksin yang diberikan secara gratis untuk seluruh penjuru daerah dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan sebagai langkah aktif dalam memberikan kekebalan terhadap imun tubuh.

Pada Sidang Terbuka Dies Natalis UNAIR ke-67 Menkes BGS menyampaikan harapannya supaya Vaksin Merah buatan Universitas Airlangga (Unair) bisa diproduksi oleh massal tahun depan, dimana vaksin merah putih ini diproyeksi sebagai Vaksin tahap ketiga nantinya di tahun depan yang berfungsi sebagai penguat. Vaksin yang diproduksi oleh UNAIR akan diberikan secara gratis kepada sekelompok masyarakat kurang mampu, sedangkan bagi masyarakat yang mampu akan dikenakan biaya.

Dalam berita dan juga artikel-artikel yang sudah saya baca bahwa Vaksinasi dosis ketiga akan dimulai Tahun 2022. Vaksin merah putih ini diciptakan oleh UNAIR dengan kerjasama dari PT Biosis Pharmaceuticals. EUA diharapkan untuk dibagikan pada bulan Maret 2022 kita doakan semoga vaksinasi dosis ketiga ini berjalan dengan lancar dan Covid-19 segera hilang.

 

Penulis : Putri Nurlaili – mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru