Sunil Kumar, pengawas medis Guru Teg Bahadur Hospital, tempat korban luka dibawa, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 13 orang tewas dalam kekerasan itu, termasuk seorang polisi. Seorang pejabat lain di rumah sakit, Rajesh Kalra, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 31 orang, termasuk 10 orang yang terluka parah, diterima rumah sakit.
Baca Juga: Aksi Teror di London Bridge, Dua Orang Tewas
“Sejak kemarin, kami telah memanggil polisi untuk memberlakukan jam malam, guna mengirim bala bantuan,” kata Saurabh Sharma, seorang pelajar dari daerah yang dilanda kerusuhan yang membawa temannya yang terluka ke rumah sakit, kepada AFP yang dilansir Rabu (26/2/2020).
Anil Mittal, seorang perwira polisi senior, mengatakan sekitar 150 orang terluka dalam kekerasan yang dimulai ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba dalam kunjungan dua hari ke India. “Beberapa orang yang dibawa memiliki luka tembak,” kata Rajesh Kalra, pengawas medis tambahan di Guru Teg Bahadur Hospital, kepada Reuters saat membicarakan kekerasan.

