SURABAYA, Nawacita – SETIAP muslim diwajibkan untuk salat lima waktu, yakni Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya. Di antara kewajiban tersebut, Salat Subuh yang paling berat. Bagaimana tidak, Salat Subuh mesti digelar pagi buta saat muslim sedang tertidur lelap, pada waktu suhu bumi sedang dingin-dinginnya. Hal ini kerap membuat umat Islam lalai, menarik selimut sehingga shalatnya kesiangan.
Meski begitu, ulama kharismatik almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Moen) pernah berpesan bahwa Salat Subuh kesiangan lebih baik dibanding Salat Subuh tepat waktu, tetapi habis itu tidur kembali.
“Ono ulama’ sing dawuh, Sholat subuh kawanen iku luwih apik ketimbang sholat subuh ora kawanen nanging bar subuh mapan turu. (Ada sebagian ulama berkata, Salat Subuh kesiangan atau Salat Subuh di akhir waktu itu lebih baik daripada Salat Subuh tepat waktu tapi setelah Subuh tidur,” ujarnya seperti dilansir dari laman Muslim moderat.
Baca Juga: Tips Agar Khusyuk dalam Salat
Meski begitu bukan berarti Mbah Moen membenarkan Salat Subuh kesiangan, akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah bahwa betapa jeleknya tidur setelah Subuhan. Tidur setelah Salat Subuh tidak baik karena bisa merusak kesehatan, menimbulkan efek negatif yang bagi jasmani, rohani, maupun psikis. Dalam kitab Tadzkirah karya Imam Jalaluddin As Suyuthi dijelaskan bahwa;
Baca Juga: Terbukti Bermanfaat, 9 Kebiasaan Nabi Muhammad SAW
Tidur di permulaan siang (pagi hari) disebut ﻋﻴﻠﻮﻟﺔ yaitu (menyebabkan) kefakiran. Tidur di waktu dhuha disebut ﻓﻴﻠﻮﻟﺔ, (menyebabkan) kelemahan/lesu pada badan. Tidur ketika tergelincir matahari (zawal) disebut ﻗﻴﻠﻮﻟﺔ, dapat menambah (kecerdasan) akal.
Lalu tidur setelah zawal disebut ﺧﻴﻠﻮﻟﺔ ,dapat menghalangi antara orang itu dan salat. Kemudian tidur di akhir siang (sore hari) disebut ﻏﻴﻠﻮﻟﺔ, dapat menyebabkan binasa.
oknws.

