Yogyakarta Nawacita – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Thoha Abdurrahman turut angkat bicara terkait pernyataan Sekretaris MUI DIY Ahmad Muhsin Kamaludiningrat yang meminta Jokowi mundur dan menyerahkan kekuasaannya ke Prabowo. Menurut Thoha itu bukan pernyataan resmi MUI DIY.
“Tidak. Tidak ada pernyataan yang demikian, itu atas nama pribadi. Kami Ketua MUI DIY tidak tahu menahu tentang pernyataan Sekretaris MUI DIY,” ujar Thoha , Rabu (22/5).
Thoha pun menjelaskan bahwa Ahmad Muhsin ini merupakan kader Muhammadiyah yang mendukung paslon capres 02 Prabowo-Sandi. Sehingga tidak sepatutnya Ahmad Muhsin berbicara opini pribadi dengan mencantumkan indentitas institusi MUI DIY.
“Memang dia pihak Prabowo. Tim suksesnya Prabowo. Dia pribadi itu ya Muhammadiyah-lah. Benar, mestinya begitu tidak menggunakan institusi MUI. Dimuat lagi di surat kabar anda ya,” katanya.
Baca juga : MUI Desak KPI Agar Tayangan Quick Count Dihentikan
Thoha mengungkapkan, menyikapi hasil Pemilu 2019, MUI DIY meminta masyarakat tenang dan tidak saling menyalahkan. Baik itu menyalahkan Jokowi maupun menyalahkan Prabowo. Pemilu ini merupakan hasil yang maksimal dan sepatutnya diterima masing-masing pihak.
“Ya supaya pernyataan MUI supaya masyarakat tenang. Ini sudah hasil maksimal nggak usah menyalahkan salah satunya. Nggak usah menyalahkan Prabowo, jangan nyalahkan Jokowi. Harus tenang diterima. Itu memang ketentuan Tuhan,” ujar Thoha.
Sebagai Ketua MUI DIY, Thoha mencoba senantiasa bersikap netral. Hal itu terlihat ketika dia tidak memihak salah satu kubu. Ketika ditanya soal pilihanny,a Thoha pun menjawab dengan bijak.
Baca juga : Jokowi Hadiri Milad ke-43 Bersama MUI
“Kepada orang yang bertanya ‘Pak Toha milih siapa’ saya jawab tidak ada yang saya pilih. Akan milih pun saya (salat) istikharah dulu, saya belum dapat (jawaban) dari istikharah. Saya katakan seperti itu,” ujarnya.
Sebelumnya, media publisher kumparan yaitu Tugu Jogja mengangkat berita bahwa Sekretaris MUI DIY, Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, meminta Jokowi mundur terkait sengketa yang terjadi saat ini. Ucapan Muhsin digambarkan mewakili pernyataan MUI DIY seperti tampak dalam judul berita.
“Justru jika Jokowi mundur maka ia lebih bermartabat,” ujar Muhsin kepada Tugu Jogja.
kmprn

