Program Pemberdayaan PHR Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sekitar Wilayah Operasi Migas

Program Pemberdayaan PHR Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sekitar Wilayah Operasi Migas

Jakarta, Nawacita – Program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) yang dijalankan Pertamina Hulu Rokan (PHR) tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasi, tetapi juga memperkuat dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan industri hulu migas. Sepanjang 2025, program ini menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di lima provinsi di Pulau Sumatra dengan dampak nyata pada sektor ekonomi, lingkungan, sosial, dan kesejahteraan.

Melalui pelaksanaan Gerakan Masyarakat Aktif (GEMA), PHR mengukur efektivitas program pemberdayaan yang telah dijalankan di 31 kabupaten. Hasilnya menunjukkan tingginya tingkat penerimaan masyarakat terhadap berbagai program yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup sekaligus memperkuat social license to operate perusahaan.

Di bidang ekonomi, PHR berhasil meningkatkan pendapatan mitra binaan hingga Rp7 miliar melalui pengembangan 288 produk UMKM. Pada sektor lingkungan, perusahaan menghemat energi sebesar 170.000 kWh, mendaur ulang lebih dari satu ton sampah, menanam lebih dari 89 ribu tanaman darat dan air di lahan seluas 120 hektare, serta berkontribusi menurunkan emisi sebesar 919 ton CO2eq per tahun.

Program pemberdayaan juga memperluas dampak sosial. PHR telah melaksanakan 104 pembekalan sertifikasi vokasi, memberdayakan 187 penyandang disabilitas, mengembangkan delapan destinasi ekowisata, menciptakan 39 pekerjaan hijau (green jobs), dan membuka 256 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat, fungsi Corporate Secretary melalui Community Involvement & Development (CID) melaksanakan survei daring pada 3 Juni 2026 yang melibatkan 318 perwakilan penerima manfaat dari 20 field di tiga zona operasi. Jumlah responden tersebut telah melampaui kebutuhan minimum statistik berdasarkan metode Slovin sehingga dinilai mampu memberikan gambaran representatif mengenai persepsi masyarakat terhadap program PPM.

Salah satu dampak nyata dirasakan Tri Ningsih, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning di Prabumulih, Zona 4. Melalui program Muda Bersama (Perempuan Berdaya, Kelola Sampah Bersama), ia berhasil membina 13 kelompok wanita tani lainnya melalui inovasi pengolahan sampah menjadi pupuk dan produk herbal. Program tersebut mampu meningkatkan omzet kelompok hingga Rp1 juta per bulan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Survei GEMA juga menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas. Sebanyak 97 persen peserta memperoleh nilai di atas 70 pada post-test, dengan rata-rata nilai regional mencapai 90,92. Bahkan, sebanyak 77 persen peserta meraih nilai pada rentang 90–100 atau meningkat 38 persen dibandingkan hasil pre-test.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PHR juga tergolong tinggi. Sebanyak 88 persen responden menilai program pemberdayaan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan, sekaligus memberikan penilaian positif terhadap upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pelestarian lingkungan. Lebih dari 90 persen responden menyatakan siap mendukung keberlanjutan operasi PHR, menjaga hubungan harmonis dengan perusahaan, serta menyebarluaskan informasi positif mengenai program-program pemberdayaan.

Masyarakat juga berharap program terus diperluas melalui penguatan kapasitas UMKM, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan semakin banyak warga.

“Strategi perusahaan untuk mendukung operasi melalui pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan dampak signifikan. Dukungan mitra binaan mendorong kami untuk terus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Iwan Ridwan Faizal.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru