Jakarta, nawacita – Klaim Pemerintah bahwa harga Minyak Goreng jenis MinyakKita aman dan murah tidak cocok dengan fakta di Lapangan. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan bahwa rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita tidak berkaitan dengan implementasi program biodiesel B50.
“Gak ada sama sekali,” kata Mendag di Jakarta, Minggu, 3/5/2026.
Menurutnya penyesuaian tersebut murni didorong oleh faktor kenaikan harga bahan baku crude palm oil (CPO) dan biaya produksi yang memengaruhi perhitungan keekonomian produk minyak goreng rakyat tersebut.
Selain itu, penyesuaian dilakukan mengingat HET Minyakita tak berubah sejak tahun 2024.
“Ini kan faktor karena harga CPO naik, biaya produksi naik. Jadi kami kan harus menyesuaikan semua,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini masih dalam tahap pembahasan terkait penyesuaian tersebut. “Lagi kita bahas sekarang,” kata Budi.
Baca Juga : Hasil Uji Sampling Pangan Segar di Pasar Tomang Barat Negatif, NFA Apresiasi Pos Pantau PAS Aman
Di sisi lain, Mendag memastikan kondisi harga dan pasokan Minyakita secara nasional masih terkendali. Ia menyebut harga Minyakita saat ini berada di kisaran Rp15.800 per liter, bahkan lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
“Padahal sebelumnya Rp15.900-an, berarti malah bagus,” ungkapnya sambil tertawa. Ia menyangkal adanya minyakkita yang harganya lebih mahal seperti di Jawa Timur. Berdasarkan Harga rata-rata Bahan Pokok dan Penting di Jawa Timur (2026-05-03 13:41:10) siskaperbapo Harga minyak Kita tembus Rp 16.246 per liter.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa wilayah dengan harga yang relatif lebih tinggi, seperti di Papua, karena faktor distribusi. Namun ia tidak menyebut di Jawa Timur harga Minyak kita juga mahal. “Memang ada daerah tertentu yang agak mahal misalnya kayak di Papua. Karena faktor distribusi. Nah kami sudah minta ke Bulog untuk mendistribusikan ke Papua,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi pasokan, Mendag memastikan tidak ada kendala yang berarti.
“Gak ada masalah pasokan,” pungkasnya enteng.

