Sunday, May 3, 2026

Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg, Alternatif Baru Pengganti LPG Subsidi

Jakarta, nawacita Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Langkah ini dilakukan untuk menekan impor energi sekaligus meningkatkan efisiensi dan kemandirian energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penggunaan CNG sebenarnya telah mulai diterapkan di berbagai sektor, seperti hotel, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahan baku gas tersebut juga berasal dari dalam negeri.

“Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30–40 persen,” kata Bahlil dikutip dari ANtara, Minggu (3/5/2026).

Meski demikian, Bahlil mengakui pengembangan CNG masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun pemerintah tetap mendorong inovasi ini sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.

CNG sendiri merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses kompresi gas alam, terutama yang mengandung metana (C1) dan etana (C2). Gas tersebut kemudian disimpan dalam tabung bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar atau setara 2.900 hingga 3.600 psi.

Baca Juga : Bahlil : Lailatul Qadar bagi Golkar Jika Jumlah Kursi Bertambah

Tabung CNG dirancang dengan standar keamanan tinggi sehingga mampu menahan tekanan besar dalam proses penyimpanan maupun distribusi, sehingga dinilai aman untuk digunakan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton, sehingga sebagian besar kebutuhan masih bergantung pada impor.

Selain DME, pemerintah juga sedang mengkaji opsi lain berupa Compressed Natural Gas (CNG). Berbeda dengan LPG, CNG berasal dari gas dengan komponen C1 dan C2 yang ketersediaannya cukup melimpah di dalam negeri.

“Nah, alternatif ketiga, sekarang lagi masih dalam pembahasan adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, penggunaan CNG membutuhkan teknologi kompresi bertekanan tinggi, antara 250 hingga 400 bar, agar dapat digunakan secara efektif oleh masyarakat.

Meski masih dalam tahap konsolidasi dan kajian, pemerintah menilai CNG memiliki potensi besar sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.

- Advertisement -
Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES

Terbaru