Wednesday, April 8, 2026

Deretan Jalur Perdagangan Internasional Paling Penting di Dunia, Ada Selat Sunda Hingga Terusan Panama

Deretan Jalur Perdagangan Internasional Paling Penting di Dunia, Ada Selat Sunda Hingga Terusan Panama

JAKARTA, Nawacita – Deretan Jalur Perdagangan Internasional Paling Penting di Dunia, Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, mengakibatkan penutupan Selat Hormuz.

Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini bukanlah perairan biasa, melainkan penghubung utama dunia dalam distribusi minyak dan gas global.

Dampak dari penutupannya mengakibatkan banyak masalah, mulai dari kelumpuhan distribusi energi, kenaikan harga, hingga mengganggu stabilitas rantai pasok global.

Selain Selat Hormuz, ada selat lain yang punya peran penting sebagai penghubung ekonomi antarbenua, seperti:

1. Terusan Panama

Terusan Panama pertama kali dibangun oleh Prancis pada 1881, lalu kembali dilanjutkan oleh Amerika Serikat (1904-1914) pasca kemerdekaan Panama.

Selama puluhan tahun, terusan ini dikelola sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Namun, sejak akhir tahun 1999, kendali penuh telah diserahkan kembali kepada pemerintah Panama melalui Otoritas Terusan Panama (ACP).

Terusan Panama menjadi salah satu jalur air paling strategis yang berfungsi sebagai “jalan pintas” yang bisa menghemat perjalanan hingga 15.000 km. Berbeda dengan Terusan Suez yang datar, Terusan Panama menggunakan sistem kunci (locks) yang berfungsi seperti lift air.

Dengan sistem ini, kapal akan diangkat setinggi 26 meter menuju Danau Gatun, melintasi pegunungan, dan diturunkan kembali ke permukaan laut di sisi samudra lainnya.

Waktu transit rata-rata di terusan ini hanya memakan waktu sekitar 10 jam. Tanpa Terusan Panama, kapal harus menghabiskan waktu berminggu-minggu lebih lama untuk mengitari benua.

Maka dari itu, keberadaannya menjadi sangat penting dalam perdagangan lintas dunia, khususnya oleh kapal-kapal yang bergerak dari Eropa menuju Asia Timur atau Australia.

2. Terusan Suez

Terusan Suez yang membentang sepanjang 193 km, pertama kali dibangun pada tahun 1859 oleh perusahaan Compagnie Universelle du Canal de Suez di bawah arahan Ferdinand de Lesseps.

Pembangunannya membutuhkan waktu sepuluh tahun (1869) sampai akhirnya diresmikan sebagai jalur perdagangan. Dalam sejarahnya, jalur ini sempat ditutup akibat konflik perang Arab-Israel (1967-1975).

Lokasinya berada di Mesir dan menjadi batas pemisah antara benua Afrika dan Asia, sehingga Terusan Suez menjadi salah satu jalur perdagangan utama yang menghubungkan antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Sebelum ada terusan ini, kapal dari Eropa harus memutar jauh melewati Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika untuk mencapai Asia.

Sekitar 12 persen perdagangan dunia melalui jalur ini. Bahkan, pada tahun 2023, rata-rata ada 72 kapal yang melintas setiap hari yang membawa berbagai jenis barang, mulai dari sereal, bijih besi, logam, hingga barang-barang elektronik dan pakaian.

Baca Juga: Deretan Pesawat Jet Bomber Terbesar di Dunia, Mampu Bawa Senjata Berat Dalam Jarak Jauh

3. Selat Malaka

Merupakan saluran air sempit berbentuk corong yang terletak di antara Pulau Sumatra (Indonesia) serta Semenanjung Malaysia dan Thailand selatan di sisi timur.

Selat yang memiliki panjang sekitar 800 km dan lebar sekitar 65 km ini namanya diambil dari pelabuhan dagang bersejarah di pesisir Malaysia, yaitu Melaka. Saat ini, keamanan dan navigasi di selat ini dikelola secara bersama-sama oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Deretan Jalur Perdagangan Internasional Paling Penting
Deretan Jalur Perdagangan Internasional Paling Penting di Dunia, Ada Selat Sunda Hingga Terusan Panama.

Jalur ini sangat penting karena menjadi penghubung utama antara Laut Andaman (Samudra Hindia) dengan Laut Natuna/Laut Tiongkok Selatan) di sebelah tenggara.

Posisinya yang strategis menjadikan Selat Malaka sebagai gerbang utama yang menghubungkan negara-negara di Asia Barat dan India dengan negara-negara di Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

4. Laut China Selatan

Terletak di Samudra Pasifik Barat, Laut China Selatan menjadi penghubung utama di Asia tenggara, dengan luas mencapai 3,6 juta kilometer persegi, dan kedalaman rata-rata sekitar 1.212 meter.

Salah satu keunikan geografisnya adalah Cekungan Laut China Tengah, sebuah palung sedalam lebih dari 5.000 meter yang dikelilingi oleh gugusan terumbu karang dan pulau-pulau kecil.

Dalam peta perdagangan internasional, laut ini berfungsi sebagai pusat persimpangan maritim dunia yang menghubungkan ke berbagai wilayah strategis:

  • Utara: Menghubungkan ke Laut China Timur melalui Selat Taiwan.
  • Timur: Menjadi gerbang utama menuju Samudra Pasifik terbuka melalui Selat Luzon.
  • Barat Daya: Menjadi penyambung utama ke Samudra Hindia melalui Selat Malaka.
  • Selatan: Terhubung langsung ke Laut Jawa melalui Selat Karimata dan Selat Gelasa yang terletak di antara Pulau Sumatra dan Kalimantan.

5. Selat Sunda

Merupakan jalur strategis yang memisahkan dua pulau terbesar di Indonesia, yaitu Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, di mana di tengah perairannya terdapat Gunung Krakatau.

Selat Sunda menjadi jalur alternatif penting selain Selat Malaka bagi kapal-kapal yang ingin melintas dari wilayah Asia Timur menuju Afrika, Eropa, atau Australia.

Selat Sunda juga menjadi jalur air tersibuk di Indonesia yang menghubungkan pusat pemerintahan dan ekonomi di Jawa dengan sumber daya di Sumatra.

Baca Juga: Deretan Negara Paling Dingin di Dunia, Berdasarkan Catatan Suhu Terendah

6. Selat Turki

Jalur ini berada di posisi unik yang memisahkan benua Asia dan Eropa, serta menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan Laut Hitam di utara dengan Laut Aegea di selatan.

Berada di lokasi strategis, Selat Turki menjadi jalur penting yang menghubungkan India, Timur Tengah, dan Eropa, dengan waktu yang singkat.

Selat ini terbagi dalam tiga jalur yang berbeda:

  • Selat Bosporus: ruas pertama saat kapal datang dari arah laut.
  • Laut Marmara: seperti “rest area” setelah melewati Selat Bosporus.
  • Selat Dardanelles: Setelah menyeberangi Laut Marmara, kapal baru sampai di Laut Aegea dan bebas menuju ke Laut Mediterania.

7. Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit (lebar antara 55-95 km) yang memisahkan Iran dengan Oman dan Uni Emirat Arab. Meski dikelilingi oleh daratan gersang, perairannya cukup dalam (60 hingga 100 meter) untuk dilewati oleh kapal-kapal tanker minyak raksasa.

Selat ini menjadi satu-satunya jalur laut dari negara-negara kaya minyak di kawasan Teluk, seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat untuk mengirimkan minyak ke negara-negara Asia, khususnya Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Lebih dari 20 persen ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat ini setiap harinya. Namun, karena adanya ketegangan antara Iran dengan AS, lalu lintas kapal di jalur tersebut menurun lebih dari 95 persen dan memicu gangguan pasokan minyak global.

8. Bab al-Mandeb

Bab al-Mandeb adalah selat sempit yang memisahkan Jazirah Arab di sisi timur laut dengan Afrika di sisi barat daya.

Dalam bahasa Arab, Bab al-Mandeb berarti “Gerbang Air Mata”. Nama ini diambil dari legenda tentang banyaknya orang yang tenggelam saat terjadi gempa bumi yang memisahkan Asia dan Afrika.

Selat ini memiliki lebar sekitar 32 km dan terbagi menjadi dua saluran oleh Pulau Perim. Saluran barat yang lebih lebar dan dalam menjadi jalur utama pelayaran internasional, sementara saluran timur yang lebih sempit dan dangkal digunakan oleh kapal-kapal kecil.

Selat ini berfungsi sebagai penghubung antara Laut Merah di barat laut dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia di tenggara. Posisinya yang strategis, menjadikan Bab el-Mandeb sebagai gerbang utama selatan menuju Terusan Suez.

Tanpa adanya jalur ini, kapal yang melakukan perjalanan antara Asia dan Eropa harus memutar jauh melewati ujung selatan benua Afrika.

inhnws.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru